Kompas.com - 14/07/2018, 15:58 WIB
Ketua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (24/10/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKetua Bidang Politik DPP PKS Pipin Sopian dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian mengatakan bahwa partainya sempat digoda untuk bergabung ke koalisi partai politik pendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. Namun, PKS dengan tegas menolak ajakan tersebut.

"Kami, PKS, berkomitmen, meskipun ada godaan untuk masuk ke lingkaran petahana. Tapi kami konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat yang menghendaki perubahan pemimpin yang bisa menyelesaikan persoalan bangsa dan yang punya integritas baik ke depan," ujar Pipin dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Tawaran untuk masuk ke koalisi pendukung Jokowi, kata Pipin, diberikan sebelum momen Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Sebelum Ramadhan, ada pertemuan. Setelah itu juga ada terakhir komunikasi dengan pihak sana," ujar Pipin.

Meski demikian, Pipin enggan menyebutkan siapa pihak PKS dan siapa pihak parpol koalisi pendukung Jokowi yang terlibat dalam pertemuan itu.

Saat ditanya apa yang menyebabkan PKS menolak tawaran partai koalisi pendukung Jokowi, Pipin enggan membeberkannya.

"Saya kira itu masalah off the record. Kami belum bisa buka," ujar Pipin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keputusan itu pun diyakini Pipin menguatkan hubungan PKS dengan Gerindra. Saat ini, Pipin mengatakan, kesepakatan koalisi PKS dengan Gerindra sudah dalam tahap 80 persen.

Arah koalisi itu akan terwujud dari pengusungan Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan salah seorang kader PKS yang menjadi cawapresnya.

"Koalisi yang paling rasional yang dipilih PKS adalah menjadikan pilihan Gerindra dan PKS ini jadi capres dan cawapres. PKS memang ingin loyal dan komitmen untuk menjadi pennatang petahana agar demokrasi ini sehat," ujar Pipin.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Produk Halal Terbesar Dunia, tapi Belum Dioptimalkan

Wapres: Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Produk Halal Terbesar Dunia, tapi Belum Dioptimalkan

Nasional
Komnas HAM Bernegosiasi dengan KKB Untuk Evakuasi Nakes Gerald Sokoy

Komnas HAM Bernegosiasi dengan KKB Untuk Evakuasi Nakes Gerald Sokoy

Nasional
Terjadi Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar, JK Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Terjadi Pembakaran Mimbar Masjid di Makassar, JK Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Nasional
Wapres: Tak Boleh Lagi Bertumpu pada SDA, tapi SDM yang Kuasai Riset dan Inovasi

Wapres: Tak Boleh Lagi Bertumpu pada SDA, tapi SDM yang Kuasai Riset dan Inovasi

Nasional
Pemerintah Diharapkan Jamin Keamanan Nakes di Daerah Konflik

Pemerintah Diharapkan Jamin Keamanan Nakes di Daerah Konflik

Nasional
Menlu Harap Negara-negara Lain Pertimbangkan Indonesia Keluar dari Red List Dunia

Menlu Harap Negara-negara Lain Pertimbangkan Indonesia Keluar dari Red List Dunia

Nasional
Komnas HAM Minta Polda Tingkatkan Jaminan Keamanan untuk Nakes di Papua

Komnas HAM Minta Polda Tingkatkan Jaminan Keamanan untuk Nakes di Papua

Nasional
Nama Azis Syamsuddin di Pusaran Kasus Korupsi...

Nama Azis Syamsuddin di Pusaran Kasus Korupsi...

Nasional
Wapres: Program Pemerintah Saat ini Membangun SDM Unggul dan Kreatif

Wapres: Program Pemerintah Saat ini Membangun SDM Unggul dan Kreatif

Nasional
Wapres: Riset dan Inovasi Penting untuk Kemajuan Ekonomi Negara

Wapres: Riset dan Inovasi Penting untuk Kemajuan Ekonomi Negara

Nasional
Soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Hartarto: Golkar Sedang Kaji secara Mendalam

Soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Hartarto: Golkar Sedang Kaji secara Mendalam

Nasional
Syukur Tak Berhasrat Rasuah Dibuah

Syukur Tak Berhasrat Rasuah Dibuah

Nasional
Menko PMK: Perkawinan Anak Meningkat Selama Pandemi, Sungguh Memprihatinkan

Menko PMK: Perkawinan Anak Meningkat Selama Pandemi, Sungguh Memprihatinkan

Nasional
Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar Jalan Pagi Bareng, Sinyal Koalisi Golkar-PKB di Pemilu 2024?

Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar Jalan Pagi Bareng, Sinyal Koalisi Golkar-PKB di Pemilu 2024?

Nasional
Ogah Banyak Komentar soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Tugaskan F-Golkar DPR Beri Penjelasan

Ogah Banyak Komentar soal Azis Syamsuddin Ditahan KPK, Airlangga Tugaskan F-Golkar DPR Beri Penjelasan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.