INFOGRAFIK Serial Presiden: Soekarno

Kompas.com - 21/06/2018, 12:32 WIB
Kompas TV Megawati bercerita mengenai permohonan izinnya kepada Bung Karno untuk mengusung puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018.

Setelah peristiwa tersebut, berbagai perjanjian telah ditempuh oleh pihak Indonesia kepada PBB maupun Belanda.

Akhirnya, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Soekarno dan Hatta kembali memimpin Indonesia.

Perjalanan kepemimpinan Soekarno diwarnai kemelut pada 1965. Berbagai isu mengenai Dewan Jenderal dan Dewan Revolusi memengaruhi orang-orang di sekitar Soekarno.

Pada 30 September 1965, jenderal-jenderal Angkatan Darat diculik.

Situasi saat itu genting. Mayor Jenderal Soeharto melakukan tindakan penumpasan terhadap gembong penculikan jenderal yang disinyalir dilakukan oleh PKI.

Pada 11 Maret 1966, Soekarno menandatangani surat perintah kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Surat itu dikenal dengan Supersemar.

Setelah peristiwa itu, kondisi Soekarno menjadi terjepit. Secara tidak langsung, Soekarno telah memberikan mandat kekuasaanya kepada Soeharto.

Pada sidang MPRS 22 Juni 1966, Soekarno diminta bertanggung jawab atas peristiwa G30S.

Pidato Soekarno pada sidang MPRS ditolak. Akhirnya pada 12 Maret 1967, Soekarno turun dari jabatan Presiden.

Pada 21 Juni 1970, sang Proklamator menghembuskan nafas terakhirnya.

Secara ringkas, berikut infografik Soekarno:

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Soekarno, Presiden Pertama RI
PERJALANAN KARIER:

Pemerintahan:

- Presiden RI (bersama Bung Hatta mewakili Bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Negara Indonesia (1945)
- Presiden RI (1947)
- Presiden RI (1966)
- Presiden RI (1967)

Kegiatan lain:

- Pendiri Algemeene Studieclub
- Pendiri (Bersama MR.Ishak,Dr.Ciptomangunkusumo, Mr.Budiarto, Mr.Sunaryo dan MR.Sartono Partai Nasional Indonesia (PNI) (1927)
- Pendiri, bersama Ki Hadjar Dewantara, KH.Moh Mansyur dan Bung Hatta Putera (Pusat Tenaga Rakyat) (1943)
- Memberikan Pidato pidato di depan Sidang PPPKI, dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila (1945)

Penghargaan:

- Bapak Pancasila
- Gelar Pahlawan Proklamasi
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1951)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Far Eastern University Manila, Filipina (1951)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Karlova University Praha, Cekoslowakia (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Beograd University Beograd, Yugoslavia (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Lomonosov University Moskow, Uni Soviet (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Teknik Ilmu Teknik Berlin University West Berlin, Jerman Barat (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Mc Gill University Montreal,Canada (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Michigan University Michigan, USA (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Columbia University New York, USA (1956)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Brazil University Rio de Janeiro, Brasil (1959)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Warsaw University Warsawa, Polandia (1959)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Istambul University Istambul, Turki (1959)
- Doktor HC dalam Ilmu Sosial & Politik Ilmu Sosial & Politik La Paz University La Paz, Bolivia (1960)
- Doktor HC dalam Ilmu Mesin Ilmu Mesin Budapest University Budapest, Hongaria (1960)
- Doktor HC dalam Ilmu Filsafat Ilmu Filsafat Al Azhar University Kairo, Arab Saudi (1960)
- Doktor HC dalam Ilmu Politik Ilmu Politik Bucharest University, Bukarest, Rumania (1960)
- Doktor HC dalam Ilmu Politik Ilmu Politik Sofia University Sofia,Bulgaria (1960)
- Doktor HC dari Ilmu Teknik Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung Indonesia (1962)
- Doktor HC dalam Ilmu-Ilmu Pengetahuan Hukum, Politik dan Hubungan Internasional Ilmu-Ilmu Pengetahuan Hukum, Politik dan Hubungan Internasional Universitas Hasanudin Ujungpandang (1963)
- Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia Jakarta (1963)
- Doktor HC dalam Ilmu Sejarah Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran Bandung (1964)
- Doktor HC dalam Ilmu Ushuluddin jurusan Da'wah Ilmu Ushuluddin jurusan Da'wah IAIN Jakarta (1964)
- Doktor HC dalam Ilmu Pengetahuan Politik Ilmu Pengetahuan Politik Pyongyang University Pyongyang, Korea Utara (1964)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum University of The Philippines Manila (1964)
- Doktor HC dalam Ilmu Hukum Ilmu Hukum Royal Khmer University Phnom Penh, Kamboja (1964)
- Doktor HC dalam Falsafah Ilmu Tauhid Falsafah Ilmu Tauhid Universitas Muhammadiyah Jakarta (1965)
- Lencana Tunas Kencana Presiden RI, BJ Habibie (1999) 

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei Litbang Kompas: 69,6 Responden Nilai Perombakan Kabinet Jokowi Mendesak Dilakukan

Survei Litbang Kompas: 69,6 Responden Nilai Perombakan Kabinet Jokowi Mendesak Dilakukan

Nasional
Adaptasi Kebiasaan Baru, Wapres Minta Pelaku Ekonomi Lebih Kreatif

Adaptasi Kebiasaan Baru, Wapres Minta Pelaku Ekonomi Lebih Kreatif

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Pimpinan DPRD Jambi

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Pimpinan DPRD Jambi

Nasional
Survei Litbang Kompas: 87,8 Responden Tak Puas pada Kinerja Menteri Tangani Covid-19

Survei Litbang Kompas: 87,8 Responden Tak Puas pada Kinerja Menteri Tangani Covid-19

Nasional
Kadispenad: 98 Orang di Secapa AD Negatif Covid-19

Kadispenad: 98 Orang di Secapa AD Negatif Covid-19

Nasional
Gugus Tugas Jelaskan 6 Protokol Penerimaan Paket di Masa Pandemi Covid-19

Gugus Tugas Jelaskan 6 Protokol Penerimaan Paket di Masa Pandemi Covid-19

Nasional
Kerap Diucapkan Jokowi, Frasa 'New Normal' Kini Direvisi Pemerintah...

Kerap Diucapkan Jokowi, Frasa "New Normal" Kini Direvisi Pemerintah...

Nasional
Zulkifli Hasan: PAN Ya Muhammadiyah, Muhammadiyah Ya PAN

Zulkifli Hasan: PAN Ya Muhammadiyah, Muhammadiyah Ya PAN

Nasional
Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

Nasional
Terawan Berkantor di Jatim, Kemenkes: Penyebaran Covid-19 di Sana Butuh Perhatian Khusus

Terawan Berkantor di Jatim, Kemenkes: Penyebaran Covid-19 di Sana Butuh Perhatian Khusus

Nasional
Geledah Rumah Kepala Dinas PUPR Banjar, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Geledah Rumah Kepala Dinas PUPR Banjar, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jangan Turunkan Masker ke Dagu | Penambahan Kasus Covid-19

[POPULER NASIONAL] Jangan Turunkan Masker ke Dagu | Penambahan Kasus Covid-19

Nasional
Tim Pemburu Koruptor, Wacana Dihidupkan Kembali dan Prestasinya yang Biasa Saja

Tim Pemburu Koruptor, Wacana Dihidupkan Kembali dan Prestasinya yang Biasa Saja

Nasional
Terduga Teroris Tewas Ditembak Densus 88 di Sukoharjo

Terduga Teroris Tewas Ditembak Densus 88 di Sukoharjo

Nasional
75.669 Kasus Covid-19 hingga 12 Juli serta Imbauan Pemerintah soal Face Shield dan Masker

75.669 Kasus Covid-19 hingga 12 Juli serta Imbauan Pemerintah soal Face Shield dan Masker

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X