DPP Partai Golkar Diminta Tak Main-main dalam Pilih Caleg 2019

Kompas.com - 21/05/2018, 06:13 WIB
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono saat ditemui di Rakernas Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (23/3/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono saat ditemui di Rakernas Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (23/3/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, meminta DPP Partai Golkar memilih calon legislatif 2019 secara obyektif. Hal ini dinilai penting dalam strategi pemenangan Pileg 2019.

"Bukan atas dasar kedekatan dengan ketua umum, bukan atas dasar yang sifatnya subyektif, apalagi kalau ada bayar-membayar," ujar Agung di kediamannya, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

"Tetapi dalam menyusun daftar calon itu sangat penting. Ini yang akan dilihat dari kami dan bisa membuat perpecahan, keretakan, kalau dalam hal ini main-main," kata dia.

Bahkan, Agung menilai, pemilihan caleg juga harus melihat rekam jejaknya. Menurut dia, caleg yang punya rekam jejak bermasalah dengan hukum, maka tak perlu lagi dipilih.

"Saya kira kalau itu dilakukan, kami akan kompak dalam meningkatkan elaktabiktas partai," kata dia.

Baca juga: Agung Laksono: Golkar Sepakat Airlangga Hartarto Cawapresnya Jokowi

Seperti diketahui, Partai Golkar mencoba menggenjot elektabilitasnya setelah diterpa badai prahara keterlibatan mantan ketua umumnya, Setya Novanto, dalam lingkaran korupsi KTP elektronik.

Akibat masalah itu, elektabilitas Partai Golkar terjun bebas. Bahkan pada Desember 2017, elektabilitas Partai Golkar hanya 7 persen, jauh dari perolehan syarat pada Pemilu 2014 yang mencapai 14,75 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X