Surat Novanto Tunjuk Idrus Jadi Plt Ketum Golkar Dibacakan di Rapat Pleno

Kompas.com - 21/11/2017, 17:09 WIB
Rapat Pleno DPP Partai Golkar membahas pergantian Setya Novanto dari Ketua Umum dan Ketua DPR, Selasa (21/11/2017). KOMPAS.com/IhsanuddinRapat Pleno DPP Partai Golkar membahas pergantian Setya Novanto dari Ketua Umum dan Ketua DPR, Selasa (21/11/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dibacakan dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Rapat berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Koordinator bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Yahya Zaini mengatakan, surat tersebut berisi permintaan Novanto untuk menunjuk Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sebagai pelaksana tugas ketua umum.

"Sudah tadi dibacakan ada surat dari Ketum, surat keputusan menunjuk pak Idrus sebagai Plt Ketum," kata Yahya di sela-sela rapat yang tengah diskors.


(Baca juga : Nurdin Halid: Hari Ini Kita Putuskan Tarik Novanto dari Ketua DPR)

Ketua DPR Setya Novanto (kedua dari kanan) meninggalkan ruang persidangan usai bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi NarogongKOMPAS.com/Andreas Lukas Altobeli Ketua DPR Setya Novanto (kedua dari kanan) meninggalkan ruang persidangan usai bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017). Hari ini, Novanto hadir menjadi saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong
Adapun Novanto saat ini tak bisa lagi memimpin Partai Golkar karena berada di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi. Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek E-KTP.

Yahya mengakui, tak semua peserta rapat mendukung surat tersebut. Oleh karena itu, muncul perdebatan dari para peserta.

(Baca juga : Idrus Pastikan Golkar Tahu Diri untuk Tarik Novanto dari Ketua DPR)

Rapat dimulai pukul 13.30 WIB dan hingga pukul 16.55 WIB belum ada tanda-tanda selesai.

"Kan forum berkembang. Belum diputuskan," kata dia.

Selain menujuk Plt, muncul pula usulan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih ketua umum definitif.

Delapan DPP Golkar disebut menyuarakan Munaslub. DPP Golkar akan memutuskan apakah akan menujuk Plt atau menggelar Munaslub.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X