Golkar dan Ketua Umum Baru yang Nyaris Jatuh Tertidur

Kompas.com - 18/05/2016, 06:06 WIB
EditorWisnubrata

KPK sempat menggeledah ruang Setya dan Kahar di DPR. Baik Setya dan Kahar membantah kesaksian Lukman.

E-KTP

Belum selesai. Tahun 2013 nama Setya kembali menyembul dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik di Kementerian Dalam Negeri.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat menuding Setya dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai pengendali proyek e-KTP. Menurut Nazaruddin, Setya membagi-bagi fee proyek e-KTP ke sejumlah anggota DPR.

Setya juga disebut Nazaruddin mengutak-atik perencanaan dan anggaran proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.  

Setya membantah terlibat, apalagi membagi-bagikan fee. Dia mengaku tidak tahu-menahu soal proyek e-KTP.

Kasus e-KTP masih dalam proses penyidikan KPK. Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto telah ditetapkan sebagai tersangka.

Suap Ketua MK

Tahun 2014 nama Setya juga muncul di seputar kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. KPK mengusut dugaan keterlibatan Setya dalam kasus dugaan suap terkait penanganan perkara sengketa pilkada Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi dengan tersangka mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Ada rekaman pembicaraan melalui BlackBerry Messenger antara Akil dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jatim sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Zainuddin Amali.

Dalam percakapan itu Akil meminta uang Rp 10 miliar dari Zainuddin. Akil menyebut Setya membiayai sengketa Pilkada Jawa Timur.

Setya membantah ada permintaan uang dari Akil. Cerita selesai.

***

Setya memang pandai melawan jatuh. Partai Golkar pun demikian. Euforia reformasi yang menumbangkan kekuasaan Orde Baru Soeharto tak lantas membuat beringin tumbang.

Golkar tahu, salah satu cara untuk melawan jatuh adalah bersandar. Maka, tak ada dalam sejarahnya Golkar menjadi oposisi.

Meski tak pernah memenangi pemilihan presiden, Golkar tak pernah lepas dari lingkaran kekuasan. Baik di masa Orde Baru atau Reformasi, Golkar selalu bersandar pada kekuasaan.

Begitu pula Golkar di bawah Setya. Beringin yang bersimpang jalan dengan pemerintah di era Aburizal Bakrie kini memilih untuk kembali bersandar pada kekuasaan dan meninggalkan Gerindra sendirian di pojokan sana.

Setya memang pandai melawan jatuh. Soal kasus etika,....ah sudahlah, sampai sini saja.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Nasional
Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Nasional
FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

Nasional
Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Nasional
Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Nasional
Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Nasional
FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

Nasional
Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X