Penolakan OC Kaligis Tak Halangi Penyidikan KPK

Kompas.com - 02/08/2015, 11:38 WIB
OC Kaligis KOMPAS/AGUS SUSANTOOC Kaligis
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi Indriyanto Seno Adji mengatakan, keengganan pengacara Otto Cornelis Kaligis untuk diperiksa tak pengaruhi penyidikan KPK. Meski Kaligis terus menolak, penyidikan kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan tetap berjalan.

"Tidak ada masalah kok. Kami tetap meneruskan proses pemeriksaan terhadap OCK dengan tetap menghargai hak penolakannya," ujar Indriyanto melalui pesan singkat, Minggu (2/8/2015).

Indriyanto mengatakan, dengan menolak diperiksa, Kaligis dibuatkan berita acara penolakan. Menurut dia, tanpa keterangan atau tandatangan Kaligis pun pembuatan berita acara tetap berlanjut.

"Dengan atau tanpa keterangan mau pun tanda tangan beliau, BAP tetap berlanjut. Sehingga dalam hal adanya penolakan, maka akan dibuat BA Penolakan saja," kata Indriyanto.

Setelah dua kali menolak diperiksa sebagai saksi, Kaligis kembali menolak diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap hakim dan panitera PTUN Medan pada Jumat (31/7/2015). "Apa pun risikonya, dia menolak diperiksa baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka," ujar kuasa hukum Kaligis, Johnson Panjaitan.

Johnson mengatakan, Kaligis meminta tim kuasa hukumnya mendesak KPK agar berkas perkaranya dilimpahkan ke pengadilan. Saat ini, Kaligis telah mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sementara itu, KPK menilai Kaligis tidak kooperatif dalam penyidikan. Penyidik akan mengambil langkah tertentu menghadapi Kaligis yang enggan kooperatif dalam pemeriksaan. KPK menetapkan Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada hakim PTUN Medan.

Dalam kasus ini, KPK telah terlebih dulu menjerat M Yagari Bhastara alias Gerry, anak buah Kaligis, sebagai tersangka. Gerry merupakan pengacara yang mewakili Ahmad Fuad Lubis, pegawai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menggugat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Gugatan itu berkaitan dengan surat perintah penyelidikan Kejati Sumut atas dugaan penyalahgunaan wewenang, berkaitan dengan dugaan korupsi bantuan sosial di Pemprov Sumut.

Gerry diduga menyuap tiga hakim PTUN Medan, yaitu Tripeni Irinto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting, serta seorang panitera, Syamsir Yusfan, agar gugatannya menang. KPK menduga, Kaligis terlibat dalam penyuapan ini. Gerry beserta tiga hakim dan satu panitera tersebut pun kini telah ditahan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X