Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TKN: Tak Ada Permintaan Jokowi ke Prabowo untuk Jangan Berkomunikasi dengan Megawati

Kompas.com - 14/04/2024, 15:59 WIB
Tatang Guritno,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan, tak ada permintaan dari Presiden Joko Widodo agar calon presiden pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 Prabowo Subianto tidak berkomunikasi dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Baginya, Presiden Jokowi memiliki semangat yang sama dengan Prabowo untuk melakukan rekonsiliasi politik dengan semua tokoh.

“Enggak, Pak Prabowo mau bangun silaturahmi dengan semua pihak kok. Jadi enggak ada pembatas sama sekali. Pak Jokowi kan juga ingin membangun silaturahmi dengan semua pihak,” ujar Dahnil dihubungi Kompas.com, Minggu (14/4/2024).

“Saya pikir, visinya sama ya, jadi silaturahmi Pak Prabowo ingin bangun komunikasi dengan Bu Megawati dengan semua pihak,” sambung dia. 

Baca juga: Tunggu Putusan MK, PDI-P Sebut Pertemuan Megawati-Prabowo Belum Terlaksana Bukan karena Jokowi

Ia menyebutkan, Prabowo sendiri memang ingin bisa mendudukkan Jokowi, Megawati, dan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam satu meja.

Tujuannya, agar para mantan presiden tetap bisa memberikan masukan kepada pemerintahan ke depan demi kemajuan Indonesia.

“Dengan cara begitu kan keberlanjutan pembangunan itu bisa tetap terjaga, kemudian ada keguyuban juga. Jadi tidak boleh ada dendam politik, tidak boleh ada benci politik,” papar dia.

Terakhir, ia memastikan Presiden Jokowi tak pernah memberikan batas untuk Prabowo berkomunikasi dengan semua pihak.

“Enggak, enggak ada, saya pikir Pak Jokowi juga ingin membangun kekompakan dengan semua pihak, dengan semua elite, jadi enggak ada semua barrier itu,” imbuh dia.

Adapun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan pihaknya memang tengah gencar membangun komunikasi dengan partai politik (parpol) di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM). 

Baca juga: TKN Sebut Jokowi Tak Jadi Penghambat Silaturahim Prabowo dengan Megawati

Tujuannya, agar rekonsiliasi politik bisa segera terwujud setelah proses sengketa Pilpres 2024 selesai di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, PDI-P nampak membuka diri pada Prabowo, tapi tidak dengan Jokowi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menyebutkan Jokowi diminta menemui anak ranting PDI-P lebih dulu sebelum bersilaturahmi dengan Megawati.

Diketahui, hubungan Jokowi dan PDI-P memburuk jelang Pilpres 2024. Hal itu ditengarai majunya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden Prabowo.

Padahal, Jokowi dan Gibran masih merupakan kader PDI-P yang mengusung capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Revisi UU Penyiaran: Demokrasi di Ujung Tanduk

Revisi UU Penyiaran: Demokrasi di Ujung Tanduk

Nasional
Gugat KPK, Sekjen DPR Protes Penyitaan Tas 'Montblanc' Isi Uang Tunai dan Sepeda 'Yeti'

Gugat KPK, Sekjen DPR Protes Penyitaan Tas "Montblanc" Isi Uang Tunai dan Sepeda "Yeti"

Nasional
Bongkar Dugaan Pemerasan SYL, KPK Hadirkan Dirjen Perkebunan Kementan Jadi Saksi

Bongkar Dugaan Pemerasan SYL, KPK Hadirkan Dirjen Perkebunan Kementan Jadi Saksi

Nasional
Tiga Menteri Koordinasi untuk Tindak Gim Daring Mengandung Kekerasan

Tiga Menteri Koordinasi untuk Tindak Gim Daring Mengandung Kekerasan

Nasional
Gugat KPK, Indra Iskandar Persoalkan Status Tersangka Korupsi Pengadaan Kelengkapan Rumah Jabatan DPR

Gugat KPK, Indra Iskandar Persoalkan Status Tersangka Korupsi Pengadaan Kelengkapan Rumah Jabatan DPR

Nasional
Momen Presiden Jokowi Jamu Santap Malam dengan Delegasi KTT WWF Ke-10 di GWK

Momen Presiden Jokowi Jamu Santap Malam dengan Delegasi KTT WWF Ke-10 di GWK

Nasional
Sudah Diingatkan Malu kalau Kalah, Anies Tetap Pertimbangkan Serius Pilkada DKI Jakarta

Sudah Diingatkan Malu kalau Kalah, Anies Tetap Pertimbangkan Serius Pilkada DKI Jakarta

Nasional
Kejanggalan Kematian Prajurit Marinir Lettu Eko Ketika Bertugas di Papua...

Kejanggalan Kematian Prajurit Marinir Lettu Eko Ketika Bertugas di Papua...

Nasional
Gugatan Praperadilan Sekjen DPR Lawan KPK Digelar 27 Mei 2024

Gugatan Praperadilan Sekjen DPR Lawan KPK Digelar 27 Mei 2024

Nasional
Penambahan Jumlah Kementerian dan Hak Prerogatif Presiden

Penambahan Jumlah Kementerian dan Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Saat Anies 'Dipalak' Bocil yang Minta Lapangan Bola di Muara Baru...

Saat Anies "Dipalak" Bocil yang Minta Lapangan Bola di Muara Baru...

Nasional
Anies Kini Blak-blakan Serius Maju Pilkada Jakarta, Siapa Mau Dukung?

Anies Kini Blak-blakan Serius Maju Pilkada Jakarta, Siapa Mau Dukung?

Nasional
Persoalkan Penetapan Tersangka, Gus Muhdlor Kembali Gugat KPK

Persoalkan Penetapan Tersangka, Gus Muhdlor Kembali Gugat KPK

Nasional
Kepada Warga Jakarta, Anies: Rindu Saya, Enggak? Saya Juga Kangen, Pengin Balik ke Sini...

Kepada Warga Jakarta, Anies: Rindu Saya, Enggak? Saya Juga Kangen, Pengin Balik ke Sini...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Titip 4 Nama ke Kabinet Prabowo | Suara Megawati dan Puan Disinyalir Berbeda

[POPULER NASIONAL] Jokowi Titip 4 Nama ke Kabinet Prabowo | Suara Megawati dan Puan Disinyalir Berbeda

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com