Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Neni Nur Hayati
Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia. Anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sketsa Pemikiran Politik Buya Syafii di Mata Anak Muda

Kompas.com - 07/11/2022, 17:25 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Buya juga mendorong kepada anak-anak muda untuk berpikir konstruktif, progresif dengan terobosan dan inovasi baik itu dalam bidang politik, sosial, agama, kemasyarakatan untuk melawan segala bentuk distorsi yang dapat menyebabkan perpecahan.

Sosok pribadi dan intelektualisme Buya sangat tercermin dalam buku-buku yang dikarangnya dan ratusan artikel opini yang menghiasi media cetak.

Buya termasuk kedalam deretan tiga nama besar pemikir Islam selain Nurchlolish Majid dan Amien Rais (Kompas, 28/05/2022).

Gagasan yang disampaikan dalam goresan penanya selalu menggugah kesadaran anak muda sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.

Di mata kaum perempuan milenial seperti penulis, Buya adalah teladan dan panutan bersama. Sosok sepuh yang mengayomi, hidup dengan kesederhanaan dan kejujuran, jauh dari hedonisme, ultra-konsumerisme dan pragmatisme sosial.

Namun, Buya juga seorang demokrat sejati, pluralis, liberalis, tapi sangat religius. Terhadap teman-teman Angkatan muda Muhammadiyah, buya selalu menekankan untuk shalat berjamaah di masjid.

Oleh karenanya, para anak muda ketika berkunjung untuk menemui Buya, mereka mengenang sosok Buya sangat identik dengan masjid.

Kesaksian dari anak muda Muhammadiyah, Buya memberikan penegasan bahwa bagi seorang Muslim keberadaan masjid menjadi hal yang sangat krusial.

Masjid bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar dan kegiatan sosial lainnya. Maka dari itu, jangan pernah sesekali untuk menjauhi masjid.

Seperti yang diungkapkan Redaktur Mediamu.id ketika berjumpa dengan Buya, memberikan nasihat yang sangat berharga, “Jadilah intelektual dan jangan tinggalkan masjid, jadilah generasi muda dan jangan tinggalkan masjid, jadilah aktivis dan jangan tinggalkan masjid”.

Politik moral

Buya juga seorang budayawan, sejarawan, dan negarawan yang tidak diragukan lagi. Hal yang selalu dilakukannya adalah mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadi.

Buya selalu menyuarakan keadilan dan kebenaran dengan sangat tegas serta lantang ketika mendapati keresahan yang terjadi. Meski kerap dikritik keras, disela, dan bahkan dihujat pun tak pernah menunjukkan amarahnya.

Buya memiliki kepedulian besar terhadap kondisi bangsa ini. Buku Buya yang berjudul “Peta Bumi Intelektualisme Islam di Indonesia”, begitu menggambarkan bagaimana keresahan Buya terhadap krisis keadaban yang terjadi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Karya buya tersebut masih dipandang relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana krisis peradaban terus menerus menjangkiti dan menggerogoti panggung politik kita.

Akan tetapi, apapun yang terjadi, sepahit apapun kondisinya, Buya pantang untuk berputus asa. Meskipun politik di Indonesia saat ini, penuh anomali dan absurd.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Soal Jokowi Tawarkan Kaesang ke Parpol, Sekjen PDI-P: Replikasi Pilpres

Soal Jokowi Tawarkan Kaesang ke Parpol, Sekjen PDI-P: Replikasi Pilpres

Nasional
KPK Segera Buka Data Caleg Tak Patuh Lapor Harta Kekayaan

KPK Segera Buka Data Caleg Tak Patuh Lapor Harta Kekayaan

Nasional
KPK Kembali Minta Bantuan Masyarakat soal Buronan Harun Masiku

KPK Kembali Minta Bantuan Masyarakat soal Buronan Harun Masiku

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Bantah Hasto Menghilang | Kominfo Tak Respons Permintaan 'Back Up' Data Imigrasi

[POPULER NASIONAL] PDI-P Bantah Hasto Menghilang | Kominfo Tak Respons Permintaan "Back Up" Data Imigrasi

Nasional
Tanggal 2 Juli 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 2 Juli 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Anggota DPR: PDN Itu Seperti Brankas Berisi Emas dan Berlian, Obyek Vital

Anggota DPR: PDN Itu Seperti Brankas Berisi Emas dan Berlian, Obyek Vital

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Staf Hasto Minta Perlindungan ke LPSK karena Merasa Dijebak KPK

Kuasa Hukum Sebut Staf Hasto Minta Perlindungan ke LPSK karena Merasa Dijebak KPK

Nasional
Kuasa Hukum Bantah Hasto Menghilang Setelah Diperiksa KPK

Kuasa Hukum Bantah Hasto Menghilang Setelah Diperiksa KPK

Nasional
Pejabat Pemerintah Dinilai Tak 'Gentle' Tanggung Jawab Setelah PDN Diretas

Pejabat Pemerintah Dinilai Tak "Gentle" Tanggung Jawab Setelah PDN Diretas

Nasional
Tutup Bulan Bung Karno, PDI-P Gelar 'Fun Run' hingga Konser di GBK Minggu Besok

Tutup Bulan Bung Karno, PDI-P Gelar "Fun Run" hingga Konser di GBK Minggu Besok

Nasional
Beri Sinyal Poros Ketiga di Pilkada Jakarta, PDI-P: Kami Poros Rakyat

Beri Sinyal Poros Ketiga di Pilkada Jakarta, PDI-P: Kami Poros Rakyat

Nasional
Kasus Ahli Waris Krama Yudha Jadi Momentum Reformasi Hukum Kepailitan dan PKPU di Indonesia

Kasus Ahli Waris Krama Yudha Jadi Momentum Reformasi Hukum Kepailitan dan PKPU di Indonesia

Nasional
Gaspol! Hari Ini: Di Balik Layar Pencalonan Anies Baswedan-Sohibul Iman

Gaspol! Hari Ini: Di Balik Layar Pencalonan Anies Baswedan-Sohibul Iman

Nasional
PAN Pertimbangkan Kaesang jika Ridwan Kamil Tak Maju di Pilkada DKI

PAN Pertimbangkan Kaesang jika Ridwan Kamil Tak Maju di Pilkada DKI

Nasional
PDI-P Buka Peluang Usung Anies Baswedan, tapi Tunggu Restu Megawati

PDI-P Buka Peluang Usung Anies Baswedan, tapi Tunggu Restu Megawati

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com