Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/08/2022, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional (PKN) I Gede Pasek Suardika berharap, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bisa turut bergabung dengan PKN setelah menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin terkait kasus korupsi.

Kendati demikian, PKN menyerahkan sepenuhnya soal masa hukuman Anas kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Nanti urusan itu sama Kemenkumham yang menguasai itu. Kami berdoa semoga secepatnya semakin baik, toh beliau dihukum atas sebuah perbuatan yang tidak pernah lakukan dan kami bisa buktikan itu biarkan, tapi Pak Anas yang bercerita," kata Pasek ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (2/8/2022).


Baca juga: KPU: Partai Kebangkitan Nusantara Daftar sebagai Peserta Pemilu Siang Ini

Ia pun berharap, setelah bebas, Anas dapat mengikuti pesta politik pada Pemilu 2024 bersama PKN.

Pasek juga mengatakan, tak sedikit politisi yang bersinar meski telah merasakan jeruji besi. 

"Banyak juga politisi keluar penjara, akhirnya dia hidup lagi, ketika orang tahu dia diperlakukan tidak adil," ujar dia.

Di sisi lain, Pasek mengatakan bahwa Anas siap ditempatkan dalam posisi apa pun di PKN setelah bebas nanti.

Adapun PKN merupakan partai politik yang didirikan oleh sejumlah loyalis Anas Urbaningrum.

Baca juga: PKN Partai Baru, Gede Pasek Tak Muluk-muluk Targetkan Kursi di Parlemen

Pada November 2021, Pasek mengungkapkan bahwa PKN sudah mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Saat itu, Gede Pasek menyebutkan, loyalis Anas yang menjadi bagian PKN antara lain mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, wartawan dan fotografer Bobby Triadi, serta Sri Mulyono yang kini jadi Sekretaris Jenderal PKN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.