Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Di Hadapan Dubes China, Gus Halim Paparkan Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem lewat Pemanfaat Data

Kompas.com - 02/06/2022, 17:39 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, pihaknya terus berupaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Dia menjelaskan, program pengentasan kemiskinan ekstrem selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa tujuan nomor satu, yaitu Desa Tanpa Kemiskinan.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu menyebutkan, pengentasan kemiskinan ekstrem harus dilakukan di desa secara langsung dengan kerja sama semua pihak.

Menurutnya, gotong royong banyak pihak akan mempermudah dan mempercepat Indonesia dalam memupus kemiskinan ekstrem.

"Segala permasalahan di desa dapat diketahui secara rinci sehingga penyelesaiannya pun tidak akan keluar dari yang seharusnya," katanya.

Dia mengatakan itu saat menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia Lu Kang di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Gus Halim Paparkan 8 Rencana Program Kerja Kemendesa PDTT 2023

Gus Halim juga menjelaskan, diperlukan Informasi yang terperinci dan detail dari setiap desa untuk memotret langsung kondisi riil masyarakat miskin di desa.

Data mikro by name by address yang berbasis pada SDGs Desa adalah solusi tepat bagi pelaksanaan program yang tepat guna dan tepat sasaran, utamanya untuk penanganan kemiskinan ekstrem di desa.

“Desa-desa telah melakukan pemutakhiran data desa berbasis SDGs desa. Pendataan dilakukan relawan desa. Datanya by name dan by address,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Setelah diolah, kata Gus Halim, data akan menghasilkan rekomendasi untuk dasar perencanaan pembangunan di desa, baik yang dilakukan pemerintah desa maupun supra desa.

“Dalam konteks penanganan kemiskinan ekstrem, analisis data dapat menghasilkan informasi tipe kemiskinan ekstrem serta cara penanganannya," jelasnya.

Baca juga: Gus Halim Ajak Jajarannya Miliki Rasa Bangga Wujudkan Cita-cita Kemendesa PDTT

Untuk diketahui, pertemuan Dubes RRC dengan Gus Halim dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang transformasi teknologi, pemberdayaan ekonomi desa, serta pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dubes Lu Kang menuturkan, persoalan kemiskinan ekstrem telah sering dibahas saat pertemuan Indonesia dan China.

Salah satu solusi China untuk mengatasi kemiskinan adalah lewat teknologi. Lu Kang menyebutkan, salah satu keberhasilan China yang dilakukan dalam beberapa tahun ke belakang adalah penyelesaian kemiskinan ekstrem.

Namun, pihaknya masih mencari solusi yang baik dengan belajar pada negara lain, termasuk Indonesia.

"Kita harus terus kembangkan kerja sama (bidang pengentasan kemiskinan ekstrem) meski sempat terjeda akibat masa pandemi Covid-19," kata Lu Kang.

Pada akhir pertemuan, Gus Halim menyerahkan buku yang ditulisnya berjudul SDGs Desa: Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan yang merupakan arah kebijakan pembangunan desa yang membuat 18 tujuan dengan 222 indikator.

Baca juga: Gus Halim Minta Jajaran Kemendesa PDTT Percepat Capaian Indikator SDGs Desa

Turut hadir menemani Gus Halim, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Harlina Sulistyorini dan Dirjen Pengembangan Desa dan Perdesaan Sugito.

Sementara itu, Dubes Lu Kang ditemani First Secretary Ou Yang Sha Chen, First Secretary Wang Jianxun, serta Atase Qin Wenchao dan Liu Xu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Tanggal 4 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 4 Maret 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Moeldoko: Ada Salah Satu Menko Paparkan lewat Slide soal Janji Presiden Berikutnya

Moeldoko: Ada Salah Satu Menko Paparkan lewat Slide soal Janji Presiden Berikutnya

Nasional
Pesan Jokowi untuk Pemerintahan yang Baru, Hati-hati Kelola Negara Sebesar Indonesia

Pesan Jokowi untuk Pemerintahan yang Baru, Hati-hati Kelola Negara Sebesar Indonesia

Nasional
Jokowi: 'Insya Allah' 'Smelter' PT Freeport Mulai Beroperasi Juni

Jokowi: "Insya Allah" "Smelter" PT Freeport Mulai Beroperasi Juni

Nasional
Rekapitulasi Suara Nasional, Anies-Ganjar Bersaing di Berlin, Prabowo Posisi Buncit

Rekapitulasi Suara Nasional, Anies-Ganjar Bersaing di Berlin, Prabowo Posisi Buncit

Nasional
Jika Didorong Jadi Ketua DMI Lagi, Jusuf Kalla Tak Akan Mundur

Jika Didorong Jadi Ketua DMI Lagi, Jusuf Kalla Tak Akan Mundur

Nasional
Basarah: Hak Angket dan Gugatan Kecurangan Pilpres ke MK Merupakan Praktek Konstitusional

Basarah: Hak Angket dan Gugatan Kecurangan Pilpres ke MK Merupakan Praktek Konstitusional

Nasional
Menkominfo Percepat Filling Satelit CAKRA-1 untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim Nasional

Menkominfo Percepat Filling Satelit CAKRA-1 untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim Nasional

Nasional
Partai Buruh Nilai MK Tak Tegas dan Ulur Waktu soal Ambang Batas Parlemen

Partai Buruh Nilai MK Tak Tegas dan Ulur Waktu soal Ambang Batas Parlemen

Nasional
Wakil Ketua DPR Sebut Indonesia Harus Kuasai Teknologi Mengolah Air Laut Jadi Air Minum

Wakil Ketua DPR Sebut Indonesia Harus Kuasai Teknologi Mengolah Air Laut Jadi Air Minum

Nasional
GASPOL! Hari Ini: Jimly Asshiddiqie, Hak Angket, dan Potensi Makzulkan Jokowi

GASPOL! Hari Ini: Jimly Asshiddiqie, Hak Angket, dan Potensi Makzulkan Jokowi

Nasional
Moeldoko: Proses Yudisial Kasus Pelanggaran HAM Masih Bisa Lanjut

Moeldoko: Proses Yudisial Kasus Pelanggaran HAM Masih Bisa Lanjut

Nasional
Jusuf Kalla Sebut Indonesia Terapkan Islam Moderat

Jusuf Kalla Sebut Indonesia Terapkan Islam Moderat

Nasional
Jaksa ke Andhi Pramono: Pernah Hubungi KPK Agar Perkara Tidak Dilanjutkan?

Jaksa ke Andhi Pramono: Pernah Hubungi KPK Agar Perkara Tidak Dilanjutkan?

Nasional
Soal Putusan DKP, Moeldoko: Pak Prabowo Diberhentikan Hormat, Tak Cacat Pengabdiannya

Soal Putusan DKP, Moeldoko: Pak Prabowo Diberhentikan Hormat, Tak Cacat Pengabdiannya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com