Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/04/2022, 23:58 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Haifa Inayah, mengungkap awal mula atasannya mengetahui unggahan atau postingan media sosial Adam Deni terkait pembelian sepeda.  

Haifa mengatakan, bosnya tersebut tahu dari dirinya. Sebab, Haifa mengikuti Instagram Adam yakni @adamdenigrk.

“Kok bisa melihat di situ, diberitahu (orang lain)?,” tanya hakim ketua Rudi Kindarto dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Penjelasan Ahmad Sahroni dan Kesepakatan Saling Memaafkan dengan Adam Deni

“Saya followersnya (Adam). Di awal-awal postingannya terkait Pak Ahmad Sahroni, kalau yang di story terkait transaksi jual beli,” jawab dia.

Rudi lantas menggali keterangan Haifa dengan mempertanyakan seberapa jauh ia memahami bahwa postingan itu terkait Sahroni.

“Berapa kali ada nama Ahmad Sahroni disebut?,” tutur Rudi.

“Saya kurang ingat, cuma yang termention ada beberapa kali, termasuk data file Ahmad Sahroni, seingat saya (diposting) satu atau dua kali,” jelas dia.

Haifa menyampaikan, setelah beberapa kali melihat postingan Adam, ia kemudian melaporkannya pada Sahroni.

“Apa tujuan saudara meng-capture (postingan) si Adam Deni? Itu dikirim ke Ahmad Sahroni diperintah atau tujuan sendiri?,” cecar Rudi.

“Itu inisiatif sendiri yang mulia,” imbuhnya.

Adapun Adam dan Ni Made Dwita Anggari menjadi terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: KPK Bakal Telaah Informasi Dugaan Korupsi dari Kuasa Hukum Adam Deni

Keduanya diduga sengaja menyebarkan dokumen pribadi milik Sahroni berupa data pembelian dua unit sepeda senilai total ratusan juta rupiah.

Adam dan Sahroni dalam persidangan pekan lalu telah berjabat tangan untuk berdamai.

Namun majelis hakim menegaskan bahwa upaya damai dari kedua belah pihak itu tidak akan berpengaruh pada proses peradilan yang sedang berjalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Korupsi Helikopter, Jaksa KPK Tuntut Irfan Kurnia Saleh Bayar Uang Pengganti Rp 177,7 Miliar

Kasus Korupsi Helikopter, Jaksa KPK Tuntut Irfan Kurnia Saleh Bayar Uang Pengganti Rp 177,7 Miliar

Nasional
Nasdem Minta PDI-P Tak Munculkan Konflik antara Parpol Koalisi Pemerintah

Nasdem Minta PDI-P Tak Munculkan Konflik antara Parpol Koalisi Pemerintah

Nasional
Alasan Romo Magnis Suseno Bersedia Jadi Ahli Meringankan Richard Eliezer

Alasan Romo Magnis Suseno Bersedia Jadi Ahli Meringankan Richard Eliezer

Nasional
MK Bentuk Majelis Kehormatan Usut Perubahan Substansi Perkara Hakim Aswanto

MK Bentuk Majelis Kehormatan Usut Perubahan Substansi Perkara Hakim Aswanto

Nasional
Kata Istana soal Isu 'Reshuffle di 1 Februari 2023

Kata Istana soal Isu "Reshuffle di 1 Februari 2023

Nasional
Kasus Korupsi Helikopter AW-101, Jaksa Tuntut Irfan Kurnia Saleh 15 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Helikopter AW-101, Jaksa Tuntut Irfan Kurnia Saleh 15 Tahun Penjara

Nasional
Soal 'Reshuffle', Nasdem: Apa Pun Keputusannya, Dasarnya Pasti Kinerja, Bukan Politik

Soal "Reshuffle", Nasdem: Apa Pun Keputusannya, Dasarnya Pasti Kinerja, Bukan Politik

Nasional
Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Richard Eliezer: Perannya Dominan Tembak Brigadir J

Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Richard Eliezer: Perannya Dominan Tembak Brigadir J

Nasional
Jaksa: Richard Eliezer Polisi, Tahu Tembak Brigadir J Perbuatan Pidana

Jaksa: Richard Eliezer Polisi, Tahu Tembak Brigadir J Perbuatan Pidana

Nasional
Indonesia Beri Isyarat Tetap Lanjutkan Pengembangan Jet Tempur KF-21 Boramae

Indonesia Beri Isyarat Tetap Lanjutkan Pengembangan Jet Tempur KF-21 Boramae

Nasional
Jaksa: Teriakan Sambo 'Cepat Kau Tembak' Bukan Paksaan untuk Bharada E

Jaksa: Teriakan Sambo "Cepat Kau Tembak" Bukan Paksaan untuk Bharada E

Nasional
Soal Biaya Haji Rp 69 Juta, Kemenag: Masih Dinamis, Februari Akan Diputuskan

Soal Biaya Haji Rp 69 Juta, Kemenag: Masih Dinamis, Februari Akan Diputuskan

Nasional
Sandiaga Uno Jelaskan soal Perjanjian Politik antara Prabowo dan Anies

Sandiaga Uno Jelaskan soal Perjanjian Politik antara Prabowo dan Anies

Nasional
DKPP Diminta Usut Isu Istana Intervensi Penetapan Peserta Pemilu

DKPP Diminta Usut Isu Istana Intervensi Penetapan Peserta Pemilu

Nasional
Kemenlu Panggil Dubes Swedia, Sampaikan Kekecewaan atas Aksi Pembakaran Al Quran yang Dilakukan Rasmus Paludan

Kemenlu Panggil Dubes Swedia, Sampaikan Kekecewaan atas Aksi Pembakaran Al Quran yang Dilakukan Rasmus Paludan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.