Kompas.com - 26/03/2022, 17:06 WIB

KOMPAS.com – Ketua Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani)  Mindo Sianipar mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong kemajuan industri alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam negeri.

Pasalnya, pengadaan alsintan di Kementan mengutamakan produk dalam negeri yang sudah memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

“Kami mengapresiasi pengadaan alsintan di Kementan karena telah mengacu pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 12 Tahun 2021,” ujar Mindo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com Sabtu (26/3/2022).

Sebagai informasi, PP No 12 Tahun 12 menuliskan bahwa pengadaan barang atau jasa pemerintah wajib menggunakan produk dalam negeri yang memiliki Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).

Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mengakui bahwa sebagian pengadaan alsintan masih bertumpu pada impor.

Hal itu terjadi akibat keterbatasan kemampuan industri dalam negeri dalam menghasilkan komponen tertentu.

“Kami mendorong semua komponen alsintan dapat diproduksi di dalam negeri,” kata Mindo.
Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil. Pada 2021, salah satu produsen alsintan Indonesia telah mengekspor empat kontainer hand sprayer ke Filipina.

(Baca juga: Demi Kesuburan Lahan, DPR hingga HKTI Sepakat Perluas Penggunaan Pupuk Organik)

Hal itu, lanjut Mindo, menunjukkan bahwa alsintan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan petani dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

“Kami optimistis untuk memperbanyak produksi tersebut. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu mengimpor, bahkan bisa mengekspor alsintan,” ucap Mindo.

Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementan Akhmad Musyafak mengatakan, pengadaan alsintan di Kementan telah berpedoman pada PP No 12 Tahun 2021.

“Jumlah pengadaan alsintan prapanen Kementan mencapai 25.134 unit pada 2021. Jumlah ini mencakup traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cultivator, hand sprayer, dan alat tanam jagung. Semua alat ini sudah terseritifikat TKDN,” jelas Musyafak.

(Baca juga: Mentan SYL Ajak Masyarakat Gowa Jaga Sektor Pertanian Karena Jadi Penopang Ekonomi di Masa Pandemi)

Berdasakan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), lanjut Musyafak, jumlah pengadaan alsintan di Kementan pada 2021 jauh lebih banyak menggunakan buatan dalam negeri ketimbang impor.

Dari total transaksi pengadaan alsintan senilai Rp 1,5 triliun, nilai pengadaan alsintan dalam negeri mencapai angka Rp 990,47 miliar atau 65,56 persen. Sementara itu, pengadaan bersumber impor hanya Rp 520,34 miliar.

“Hal itu membuktikan bahwa pengadaan alsintan Kementan mengutamakan produk industri dalam negeri,” kata Musyafak.

Dia menegaskan, pengadaan alsintan impor terjadi karena keterbatasan produksi komponen oleh industri dalam negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerindra Tunjuk Budi Djiwandono Jadi Jubir Pemenangan Pemilu 2024

Gerindra Tunjuk Budi Djiwandono Jadi Jubir Pemenangan Pemilu 2024

Nasional
Panggilan KPK yang Kembali Tak Akan Dipenuhi Lukas Enembe

Panggilan KPK yang Kembali Tak Akan Dipenuhi Lukas Enembe

Nasional
Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?

Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?

Nasional
Saat Puan dan Muhaimin Saling Mendoakan di Tengah Momen Makan Pecel...

Saat Puan dan Muhaimin Saling Mendoakan di Tengah Momen Makan Pecel...

Nasional
Prajurit TNI AD Tersangka Mutilasi di Mimika Diduga Terlibat Bisnis Penimbunan BBM

Prajurit TNI AD Tersangka Mutilasi di Mimika Diduga Terlibat Bisnis Penimbunan BBM

Nasional
Menpan-RB: Indeks Kualitas ASN di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Menpan-RB: Indeks Kualitas ASN di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Nasional
'Dansa Politik' Kader PDI-P,  Antara Dewan Kolonel dan Dewan Kopral

"Dansa Politik" Kader PDI-P, Antara Dewan Kolonel dan Dewan Kopral

Nasional
Dua Gibran, Merdeka Belajar dan Diplomasi Istana

Dua Gibran, Merdeka Belajar dan Diplomasi Istana

Nasional
Deretan Skandal Lukas Enembe, dari Dugaan Korupsi hingga Judi

Deretan Skandal Lukas Enembe, dari Dugaan Korupsi hingga Judi

Nasional
Ke MKD DPR, IPW Bakal Jelaskan soal 'Private Jet' yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan

Ke MKD DPR, IPW Bakal Jelaskan soal "Private Jet" yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan

Nasional
Laporan Keuangan Konsorsium Judi Mengalir ke Oknum Polisi

Laporan Keuangan Konsorsium Judi Mengalir ke Oknum Polisi

Nasional
Jemput Paksa Menanti jika Lukas Enembe Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

Jemput Paksa Menanti jika Lukas Enembe Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

Nasional
Teka-teki Hakim Agung Bakal Temani Sudrajad Dimyati di Sel KPK

Teka-teki Hakim Agung Bakal Temani Sudrajad Dimyati di Sel KPK

Nasional
Hobi Judi Lukas Enembe Terbongkar, Mahfud MD Dibuat Geram

Hobi Judi Lukas Enembe Terbongkar, Mahfud MD Dibuat Geram

Nasional
Sulitnya Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS: Antara Dilema Surya Paloh dan Alotnya Nama Capres-Cawapres

Sulitnya Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS: Antara Dilema Surya Paloh dan Alotnya Nama Capres-Cawapres

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.