Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI Kembali Terjadi, Kemenlu: Bila Ingin ke Malaysia Gunakan Jalur Resmi

Kompas.com - 20/01/2022, 17:30 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama ke Malaysia, untuk melalui jalur resmi.

Imbauan ini muncul seiring dengan terjadi peningkatan kecelakaan kapal yang membawa imigran ilegal warga negara Indonesia (WNI) di Selat Malaka. Dalam sepekan terakhir saja, terjadi dua kecelakaan kapal pengangkut WNI di perairan Johor, Malaysia.

"Dua kejadian ini menjadi perhatian kita bersama, terjadi peningkatan kasus kecelakaan kapal di Selat Malaka," kata Direktur WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha pada press briefing yang dilakukan secara daring, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Kemenlu: 2 Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI di Perairan Johor Terjadi Berturutan

MalayMail melaporkan, pada kecelakaan pertama yang terjadi pada Selasa (18/1/2022), sebanyak enam orang WNI yang diduga masuk ke perairan Malaysia secara ilegal ditemukan tewas, sementara tujuh orang lainnya berhasil diselamatkan.

Dari kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi pukul 10.00 waktu setempat pada posisi 0,3 nautical mile dari barat daya Pontian Besar, Johor dekat pantai barat semenanjung.

Adapun Judha menjelaskan, kecelakaan awal terjadi hari ini di Pangerang, Kota Tinggi, Johor Baru. Berdasarkan informasi awal, ditemukan 19 orang selamat, 5 orang tewas, dan 1 orang hilang.

Baca juga: Pemerintah Berencana Perketat Syarat WNI ke Luar Negeri

Secara keseluruhan, ada 27 orang diduga WNI pada kapal tersebut.

"Dalam kesempatan ini kami imbau kepada seluruh masyarakat yang ingin berangkat ke luar negeri, utamanya ke Malaysia, untuk menggunakan jalur-jalur resmi dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu," kata Judha.

Adapun sebelum dua kecelakaan yang terjadi pada minggu ini, pada 15 Desember 2021 lalu juga terjadi kecelakaan kapal berpenumpang WNI yang menelan 21 korban jiwa.

Baca juga: 16 WNI dari Malaysia Masuk via Entikong Kalbar Positif Covid-19

Judha pun meminta agar masyarakat mewaspadai beragam modus yang digunakan oleh para calo yang memberangkatkan pekerja migran ilegal ke Malaysia.

"Kami juga mendorong penegakan hukum secara tegas ke pihak-pihak yang memberangkatkan (WNI) secara ilegal," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

Profil Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19

Nasional
Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia di Malang

Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia di Malang

Nasional
Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

Mantan Jubir Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

Nasional
Jokowi: Kita Tahan Betul Agar Harga Pertalite Tidak Naik

Jokowi: Kita Tahan Betul Agar Harga Pertalite Tidak Naik

Nasional
Wapres Serahkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat di Kota Kendari

Wapres Serahkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat di Kota Kendari

Nasional
Jokowi Bakal Diskusi dengan Relawan Sebelum Putuskan Sikap pada Pilpres 2024

Jokowi Bakal Diskusi dengan Relawan Sebelum Putuskan Sikap pada Pilpres 2024

Nasional
Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

Minta Projo Sabar Soal Pilpres 2024, Jokowi: Ojo Kesusu Sik...

Nasional
PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

PPATK Blokir Rekening Briptu HSB, Polisi yang Punya Tambang Emas di Kaltara

Nasional
Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

Kontras Yakin Pelaku Pelanggaran HAM Berat Paniai Tak Hanya Seorang

Nasional
UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

UPDATE 21 Mei: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 80,07 Persen, Dosis Ketiga 21,08 Persen

Nasional
UPDATE 21 Mei: 78.614 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 2,18 persen

UPDATE 21 Mei: 78.614 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 2,18 persen

Nasional
Azyumardi Azra: Indonesia Perlu Reformasi Jilid II, tetapi yang Damai

Azyumardi Azra: Indonesia Perlu Reformasi Jilid II, tetapi yang Damai

Nasional
UPDATE 21 Mei: Sebaran 263 Kasus Harian Covid-19, di Jakarta Tertinggi

UPDATE 21 Mei: Sebaran 263 Kasus Harian Covid-19, di Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 21 Mei: Bertambah 254, Kasus Sembuh dari Covid-19 Jadi 5.892.126

UPDATE 21 Mei: Bertambah 254, Kasus Sembuh dari Covid-19 Jadi 5.892.126

Nasional
UPDATE 21 Mei: Ada 3.749 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 21 Mei: Ada 3.749 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.