Kompas.com - 03/11/2021, 19:20 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Peringatan Hari Santri Nasional 2021 secara daring, Rabu (20/10/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Peringatan Hari Santri Nasional 2021 secara daring, Rabu (20/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di rumah dinas wapres, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2021).

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan mengingat saat ini Wapres Ma'ruf tengah bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Presiden, menyusul kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Eropa.

Masduki mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin dan Moeldoko menyampaikan berbagai perkembangan sejumlah isu, salah satunya adalah tentang Papua.

"Laporan mengenai Papua karena KSP (Kantor Staf Presiden) juga secara rutin, ada deputi yang bertugas menangani perkembangan Papua," ujar Masduki kepada wartawan.

"Sesuai harapan Wapres itu adalah hal yang berhubungan dengan bagaimana menyejahterakan masyarakat Papua," lanjut dia.

Baca juga: Wapres Harap Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Berkontribusi Jawab Masalah Akibat Covid-19

Dalam pertemuan, Moeldoko menyampaikan bahwa KSP pernah memanggil sejumlah anak muda Papua yang kreatif dan sudah mampu berkreasi mengembangkan talenta serta memberikan manfaat bagi masyarakat Papua.

"Mereka dipanggil, dimintai masukan. Ternyata sangat kondusif dan positif. Semuanya itu diceritakan kepada Wapres dan Wapres senang sehingga bisa ditindaklanjuti," kata dia.

Mereka yang dipanggil, kata Masduki, merupakan anak-anak muda, baik yang pro maupun kritis terhadap pemerintah.

Pada intinya, ujar dia, Wapres menginginkan bagaimana komunikasi dengan masyarakat Papua tidak terputus.

Baca juga: Wapres Tekankan soal Pemberdayaan Masyarakat untuk Kurangi Kemiskinan

Kemudian, mereka juga membahas tentang perspektif dalam menyelesaikan masalah Papua, terutama dalam konteks menyejahterakan masyarakat melalui dialog dengan banyak pihak.

"Pendekatan kebudayaan dan lainnya, itu semua akan ditindaklanjuti dengan koordinasi antara KSP dan Kasetwapres bagaimana hal-hal yang berhubungan dengan Papua itu ditangani," kata Masduki.

"Jadi tidak hanya dalam bentuk diskusi saja, tapi bisa diekseskusi sebagai sebuah kegiatan bermanfaat untuk masyarakat Papua," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Nasional
Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Nasional
Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Nasional
Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Nasional
Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Nasional
Update: 88.145 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Update: 88.145 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Nasional
Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Nasional
Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Nasional
Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Nasional
Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Nasional
Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Nasional
Update 16 Mei: Bertambah 6, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 156.464

Update 16 Mei: Bertambah 6, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 156.464

Nasional
Pengertian Presidential Threshold dan Alasan Penerapannya

Pengertian Presidential Threshold dan Alasan Penerapannya

Nasional
Update 16 Mei: Kasus Sembuh dari Covid-19 Bertambah 263

Update 16 Mei: Kasus Sembuh dari Covid-19 Bertambah 263

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.