Kompas.com - 22/07/2021, 07:07 WIB
Warga melintas di dekat mural bertemakan COVID-19 di Petamburan, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Berdasarkan data Kemenkes RI, pada hari pertama perpanjangan Pemeberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kasus COVID-19 di Indonesia kembali menurun dari 38.325 orang menjadi 33.772 orang per hari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaWarga melintas di dekat mural bertemakan COVID-19 di Petamburan, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Berdasarkan data Kemenkes RI, pada hari pertama perpanjangan Pemeberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kasus COVID-19 di Indonesia kembali menurun dari 38.325 orang menjadi 33.772 orang per hari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

"Seluruh provinsi dan kabupaten/kota harus meningkatkan upaya pemeriksaan kontak erat, karena rasio kontak erat dengan jumlah penduduk masih rendah yaitu kurang dari 5 kontak erat per minggu, sementara target yang kita harapkan adalah lebih dari 9 kontak erat per minggu," kata Siti.

Secara terpisah, Nadia mengatakan, penurunan pemeriksaan spesimen di beberapa daerah terjadi kemungkinan karena adanya hari libur Idul Adha dan pelaporan dari daerah yang memiliki dua sistem yaitu manual dan elektronik.

"Rutin (daerah laporkan testing), tapi mereka kan dua sistem manual dan sistem elektronik dan tergantung petugas/SDM yang bisa melaporkan," tuturnya.

Target 400.000

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis pemeriksaan Covid-19 (testing) dapat ditingkatkan hingga 400.000 per hari.

"Sangat bisa di atas 100.000 testing per hari. Ini kan mau kita ambil (testing) sampai 400.000 per hari," ujar Luhut sebagaimana dikutip dari tayangan B-Talk KompasTV, Rab

"Sekarang kita sekitar 250.000 sehari. Jika libur memang menurun (jumlah tes)," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Luhut Pastikan Testing Covid-19 Bisa Capai 400.000 Per Hari

Menurut Luhut, tidak hanya meningkatkan testing, ke depannya proses pelacakan dan treatment juga dilakukan lebih masif dengan adanya rumah-rumah karantina.

Ia mencontohkan, jika ada satu orang positif, orang-orang yang sekelompok dengannya akan langsung dikarantina.

"Lalu nanti keluarganya kita urus. Supaya jangan menulari keluarganya. Jadi kita mencoba memutus tali penyebaran Covid-19 ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, dengan upaya testing, tracing dan treatment yang masif, pemberian paket obat-obatan untuk warga yang melakukan isoman dan percepatan vaksinasi, pemerintah berharap kondisi pandemi akan membaik.

"Sehingga nanti soal keterisian tempat tidur akan membaik. Juga untuk kebutuhan oksigen akan berkurang," ucap Luhut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.