Kompas.com - 08/01/2021, 13:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat yang ia pantau selama 3-4 tahun terakhir atau sejak kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia mengatakan, ketika itu polarisasi karena faktor identitas, ideologi dan politik muncul di tengah masyarakat.

"Sebagian dari kita menganggap mereka yang tidak sama identitasnya (agama misalnya), partai politiknya dan juga garis ideologinya adalah lawan," kata SBY dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (8/1/2021).

Bahkan, menurut SBY, polarisasi tersebut menembus lingkaran persahabatan dan keluarga yang sudah terbangun lama.

Baca juga: SBY Minta Pemerintah Kendalikan Defisit APBN, Jangan Berlindung di Balik UU

Ia pun merasa prihatin apabila polarisasi politik dan sosial tersebut juga menebus lingkaran TNI-Polri.

"Saya sungguh prihatin jika lingkaran tentara dan polisi yang harusnya menjadi contoh dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa juga tak bebas dari hawa permusuhan ini," ujarnya.

SBY mengatakan, jika saat ini polarisasi sosial politik masih terjadi terutama dalam hal pemilihan calon pemimpin baik pusat dan daerah, maka demokrasi pasti tidak akan sehat.

Tak hanya itu, menurut dia, hal tersebut akan berimbas pada pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan faktor integritas, kapasitas dan kesiapan.

"Kalau hal begini menjadi kenyataan di Indonesia, dan dari tahun ke tahun makin ekstrem, bisa dibayangkan masa depan negeri ini," ucapnya.

Baca juga: SBY Ingatkan Pemerintah Tepat Janji Beri Vaksin Covid-19 Gratis untuk Masyarakat

Berdasarkan hal tersebut, SBY meminta, seluruh pemimpin dan elemen masyarakat harus bertindak dan tidak membiarkan polarisasi tersebut terus berjalan.

"Mumpung belum terlalu jauh divisi dan polarisasi sosial serta politik di negeri kita, para pemimpin dan semua elemen bangsa harus sadar bahwa sesuatu harus dilaksanakan. Something must be done. Pembiaran dan inaction adalah dosa dan kesalahan besar," kata SBY.

Selain itu, ia mengingatkan, jangan ada pihak-pihak yang justru memelihara polarisasi tersebut untuk kepentingan pribadi.

"Kalau ada pihak-pihak yang berpikiran dan bertindak seperti itu, menurut saya mereka bukan hanya tidak bertanggung jawab tetapi juga tidak bermoral," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.