Rekor Kasus Harian Dua Hari Beruntun, Imbas Libur Panjang dan Antisipasi Penularan pada Pelajar

Kompas.com - 08/01/2021, 06:14 WIB
Mural-mural terlihat di jalan-jalan maupun tembok rumah warga RW 08 di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020) siang. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOMural-mural terlihat di jalan-jalan maupun tembok rumah warga RW 08 di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020) siang.

Selanjutnya anak usia TK (3-6 tahun) sebanyak 14,3 persen atau 8.566 kasus. Terakhir, anak usia PAUD (0-6 tahun) sebanyak 13,8 persen atau 8.292 kasus.

"Terjadi adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur. Bahkan, ada tiga golongan umur yakni setara TK, PAUD, dan SD, kenaikannya di atas 50 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan (November hingga Desember 2020)," terang Wiku.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Tembus 9.000, Satgas: Sangat Mengkhawatirkan, Harus Segera Dihentikan

Dari persebaran kasus menunjukkan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Banten menjadi 10 daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi pada anak usia sekolah.

Selain kasus positif, Wiku juga menjabarkan kasus kematian anak usia sekolah akibat Covid-19.

Tercatat, Sulawesi Utara menjadi provinsi yang menyumbangkan angka kematian tertinggi hingga 6,78 persen pada anak usia rentang 0-2 tahun.

Sementara Jawa Timur menyumbang angka kematian tertinggi pada empat golongan usia sekaligus, yakni 4,6 persen pada anak usia 3-6 tahun dan usia 7-12 tahun, 4,96 persen pada anak usia 13-15 tahun, serta 4,62 persen pada anak usia 16-18 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah maupun masyarakat," kata Wiku.

Baca juga: Satgas: Covid-19 pada Anak Usia Sekolah Capai 8,87 Persen dari Kasus Nasional

Wiku pun berharap, daerah dengan persentase kasus positif Covid-19 tinggi terlebih dahulu fokus pada penanganan pandemi.

Apabila ada daerah yang merasa siap melakukan pembelajaran tatap muka, harus lebih dulu paham pada komitmen yang dibutuhkan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan, serta memiliki strategi yang jelas untuk memulai kegiatan tersebut.

"Jangan sampai ada kecerobohan yang menimbulkan naiknya angka kasus Covid-19 di masa kedaruratan kesehatan ini," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu dan Anak yang Ditemukan Berpelukan saat Rumah di Kalideres Ambruk Tewas

Ibu dan Anak yang Ditemukan Berpelukan saat Rumah di Kalideres Ambruk Tewas

Nasional
Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

Nasional
Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

Nasional
Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

Nasional
Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

Nasional
Dua Tahun Pemerintahan, SMRC Nilai Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Relatif Stabil

Dua Tahun Pemerintahan, SMRC Nilai Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Relatif Stabil

Nasional
Airlangga: Semoga Golkar Menang Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024

Airlangga: Semoga Golkar Menang Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Airlangga: Golkar Partai Tertua dan Paling Demokratis di Indonesia

Airlangga: Golkar Partai Tertua dan Paling Demokratis di Indonesia

Nasional
Soal Tudingan Kecurangan Pemilu 2009, Demokrat Sebut Hasto Gagal Move On dari Kekalahan

Soal Tudingan Kecurangan Pemilu 2009, Demokrat Sebut Hasto Gagal Move On dari Kekalahan

Nasional
PKB Yakin Cak Imin Menang jika Diusung dalam Pilpres 2024

PKB Yakin Cak Imin Menang jika Diusung dalam Pilpres 2024

Nasional
[POPULER NASIONAL] Demokrat: SBY Tidak Perlu Koar-koar soal Prestasi | Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Kelebihan Insentif

[POPULER NASIONAL] Demokrat: SBY Tidak Perlu Koar-koar soal Prestasi | Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Kelebihan Insentif

Nasional
Nasdem: Syarat Tes PCR Penumpang Pesawat Memberatkan Masyarakat

Nasdem: Syarat Tes PCR Penumpang Pesawat Memberatkan Masyarakat

Nasional
Airlangga Klaim Elektabilitas Golkar Naik Signifikan, Salah Satunya berkat Sosialisasi lewat Baliho

Airlangga Klaim Elektabilitas Golkar Naik Signifikan, Salah Satunya berkat Sosialisasi lewat Baliho

Nasional
Jokowi: Di Masa Pandemi, Parpol Dituntut Hadir Meringankan Beban Masyarakat

Jokowi: Di Masa Pandemi, Parpol Dituntut Hadir Meringankan Beban Masyarakat

Nasional
Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.