Kompas.com - 08/01/2021, 06:14 WIB
Mural-mural terlihat di jalan-jalan maupun tembok rumah warga RW 08 di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020) siang. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOMural-mural terlihat di jalan-jalan maupun tembok rumah warga RW 08 di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia kembali pecah rekor. Pada Kamis (7/1/2021), penambahan kasus mencapai 9.321 sehingga total menjadi 797.723.

Dengan penambahan ini, Indonesia telah membukukan rekor tertinggi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama dua berturut-turut. Pada Rabu (6/1/2021), rekor kasus menembus 8.854.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, positivity rate atau tingkat penularan Covid-19 sebesar 15,5 persen pada Kamis. Sehari sebelumnya, tingkat penularan mencapai 15,4 persen.

Sementara itu, angka kesembuhan pada hari yang sama bertambah 6.924. Penambahan ini membuat total jumlah kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 659.437.

Baca juga: UPDATE: 9.321 Kasus Baru Covid-19, Rekor Tertinggi Selama Pandemi

Selain itu, sebanyak 224 orang tutup usia karena Covid-19, sehingga total jumlah kasus kematian menembus 23.520.

Secara kumulatif, pemerintah sudah memeriksa 7.713.307 spesimen dari 5.150.808 orang yang diperiksa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun paparan Covid-19 di Tanah Air telah menyebar di 510 kota dan kabupaten dari 34 provinsi.

Imbas libur panjang

Rekor tertinggi kasus Covid-19 disebut pemerintah karena imbas libur panjang Natal dan tahun baru 2021.

"Ini adalah imbas dari libur panjang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dalam konferensi pers sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis.

Baca juga: Rekor Kasus Harian Lagi, Ini 10 Provinsi dengan Penambahan Kasus Terbanyak

Dalam kasus ini, pihaknya menyebut masyarakat belum bisa belajar atas tingginya penyebaran Covid-19 ketika memasuki libur panjang.

Sebelum libur panjang kemarin, setidaknya terdapat tiga momentum libur panjang lainnya, yang presentase penyebarannya juga tinggi.

"Ini adalah kondisi yang sangat mengkhwatirkan dan perlu untuk segera kita hentikan," tutur dia.

Antisipasi penyebaran di kalangan pelajar

Di tengah penyebaran Covid-19 yang kian mengganas, pemerintah mewanti-wanti para pemangku kepentingan memperhatikan tren kasus virus corona pada anak usia sekolah sebelum memutuskan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Hal ini demi menghindari terjadinya penularan virus melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Berdasarkan hasil analisis data Covid-19 pada rentang usia sekolah, diketahui bahwa jumlahnya menyumbang sebesar 8,87 persen dari total kasus nasional," kata Wiku.

Baca juga: Rekor Penambahan 8.854 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Jokowi Singgung Lockdown Indonesia

Wiku menjabarkan kasus Covid-19 pada anak usia sekolah mengacu pada data 5 Januari 2021.

Dari seluruh rentang usia, tercatat anak usia SD (7-12 tahun) menyumbang angka kasus Covid-19 terbanyak, yaitu 29,8 persen atau 17.815 kasus.

Kemudian diikuti anak usia SMA (16-18 tahun) sebanyak 23,17 persen atau 13.854 kasus. Lalu, anak usia SMP (13-15 tahun) sebanyak 18,8 persen atau 11.239 kasus.

Selanjutnya anak usia TK (3-6 tahun) sebanyak 14,3 persen atau 8.566 kasus. Terakhir, anak usia PAUD (0-6 tahun) sebanyak 13,8 persen atau 8.292 kasus.

"Terjadi adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur. Bahkan, ada tiga golongan umur yakni setara TK, PAUD, dan SD, kenaikannya di atas 50 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan (November hingga Desember 2020)," terang Wiku.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Tembus 9.000, Satgas: Sangat Mengkhawatirkan, Harus Segera Dihentikan

Dari persebaran kasus menunjukkan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Banten menjadi 10 daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi pada anak usia sekolah.

Selain kasus positif, Wiku juga menjabarkan kasus kematian anak usia sekolah akibat Covid-19.

Tercatat, Sulawesi Utara menjadi provinsi yang menyumbangkan angka kematian tertinggi hingga 6,78 persen pada anak usia rentang 0-2 tahun.

Sementara Jawa Timur menyumbang angka kematian tertinggi pada empat golongan usia sekaligus, yakni 4,6 persen pada anak usia 3-6 tahun dan usia 7-12 tahun, 4,96 persen pada anak usia 13-15 tahun, serta 4,62 persen pada anak usia 16-18 tahun.

"Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah maupun masyarakat," kata Wiku.

Baca juga: Satgas: Covid-19 pada Anak Usia Sekolah Capai 8,87 Persen dari Kasus Nasional

Wiku pun berharap, daerah dengan persentase kasus positif Covid-19 tinggi terlebih dahulu fokus pada penanganan pandemi.

Apabila ada daerah yang merasa siap melakukan pembelajaran tatap muka, harus lebih dulu paham pada komitmen yang dibutuhkan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan, serta memiliki strategi yang jelas untuk memulai kegiatan tersebut.

"Jangan sampai ada kecerobohan yang menimbulkan naiknya angka kasus Covid-19 di masa kedaruratan kesehatan ini," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungi GKI Jemaat Pniel, Wapres Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan

Kunjungi GKI Jemaat Pniel, Wapres Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan

Nasional
Polri Tindak Pinjol, Puan: Jangan Terhenti di Operator, Harus sampai Bosnya

Polri Tindak Pinjol, Puan: Jangan Terhenti di Operator, Harus sampai Bosnya

Nasional
Ini Syaratnya Mendaftar Jadi Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu 2022-2027

Ini Syaratnya Mendaftar Jadi Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu 2022-2027

Nasional
Pemerintah Diminta Prioritaskan Pembukaan Lapangan Kerja demi Menjauhkan Warga dari Pinjol Ilegal

Pemerintah Diminta Prioritaskan Pembukaan Lapangan Kerja demi Menjauhkan Warga dari Pinjol Ilegal

Nasional
Wapres Imbau Umat Islam yang Mampu untuk Lakukan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui LAZ

Wapres Imbau Umat Islam yang Mampu untuk Lakukan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui LAZ

Nasional
Waketum Golkar Ajak Mantan Kader yang Belum Beruntung Bikin Partai Baru untuk Bergabung Lagi

Waketum Golkar Ajak Mantan Kader yang Belum Beruntung Bikin Partai Baru untuk Bergabung Lagi

Nasional
Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Nasional
Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Nasional
Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Nasional
Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Nasional
Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada 'Selamet-selametin'

Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada "Selamet-selametin"

Nasional
Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah 'Dibukain' Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah "Dibukain" Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Nasional
Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Nasional
Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Nasional
Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.