KPU Pastikan APD Diterima KPPS H-1 Pemilihan

Kompas.com - 04/12/2020, 19:15 WIB
Pemilih memasukan surat suara kedalam kotak suara saat dilaksanakan Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada Serentak 2020 di TPS 18,  Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). Simulasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pemilih dalam melaksanakan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 ditengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPemilih memasukan surat suara kedalam kotak suara saat dilaksanakan Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada Serentak 2020 di TPS 18, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). Simulasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pemilih dalam melaksanakan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 ditengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menegaskan, sesuai ketentuan, alat pelindung diri ( APD) yang akan digunakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), akan tiba satu hari sebelum hari pemungutan suara.

Hal tersebut disampaikan Raka, menanggapi anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala yang menyatakan pendistribusian APD di 30 KPUD masih belum maksimal.

"APD yang dibutuhkan di TPS itu misalnya masker, hand sanitizer, thermogun, alat cuci tangan dan sebagainya, ini bisa terus bergerak dan pada H-1 sudah siap di TPS," kata Raka dalam talkshow BNPB bertajuk "Investigasi Kesiapan APD Pilkada" secara virtual, Jumat (4/12/2020).

Ia menjelaskan, pendistribusian APD dilakukan secara bertahap untuk menjaga agar logistik maupun APD dalam pengawasan yang tepat.

"Kami pernah ada pengalaman logistik itu dikirim lebih awal di desa kelurahan, ternyata tidak ada yang menjaga. Dan ini jadi temuan oleh pengawas, jadi konsen kita adalah bagaimana ini disiapkan dengan baik," ujar Raka.

Baca juga: Mendagri Minta TNI dan Polri Kerja Sama dalam Pengamanan Pilkada

Awalnya, dalam diskusi tersebut, anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala mengatakan, pendistribusian APD dari 30 KPUD ke petugas KPPS menjelang Pilkada 2020 belum maksimal.

Adrianus mengatakan, hal tersebut merupakan hasil investigasi Ombudsman pada 28 hingga 30 November 2020,

"Kami catat penerimaan barangnya dari KPUD, baru menerima sekitar 30 persen yang barang-barang yang harus diterima untuk beberapa item contoh pengukur suhu tubuh, baju hazmat masih rendah penerimanya," kata Adrianus.

Berdasarkan hal tersebut, Adrianus mengharapkan, KPUD dapat mempercepat proses pendistribusian APD menjelang hari pemungutan suara pada 9 Desember 2020.

"Harapan kami lewat studi ini, KPUD dan KPU pusat mempercepat prosesnya, bergegas lah sehingga H-2 semua sudah sampai di TPS dan KPPS bisa melakukan simulasi," ujarnya.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X