Kontroversi Obat Covid-19, Saat Influencer Dituntut Turut Bertanggung Jawab

Kompas.com - 05/08/2020, 16:25 WIB
Tangkapan layar YouTube Anji bersama Hadi Pranoto ScreenshotTangkapan layar YouTube Anji bersama Hadi Pranoto
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah meminta para figur publik yang memiliki jumlah pengikut yang banyak untuk memiliki tanggung jawab yang besar saat menyebarkan sebuah informasi pada kanal sosial media milik mereka.

Akurasi dalam penyampaian informasi ke publik menjadi sebuah hal yang mutlak, untuk meminimalisasi tersebarnya informasi yang kurang tepat di masyarakat. Minimal, bagi para pengikut atau followers para publik figur tersebut.

"Jangan sampai masyarakat yang saat ini panik mencari jalan keluar, lalu memahami informasi secara tidak utuh dan tidak benar," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Oleh karena itu, Wiku meminta agar para peneliti dan figur publik berhati-hati dalam menyampaikan informasi tentang Covid-19. Sehingga, masyarakat pun mendapatkan informasi secara utuh dan benar.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan oleh klaim Hadi Pranoto ihwal temuan obat Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kanal YouTube milik penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji, Hadi Pranoto mengklaim bahwa dirinya adalah profesor atau ahli mikrobiologi.

Tak hanya itu, ia juga mengaku sebagai seorang kepala Tim Riset Formula Antibodi Covid-19.

Di dalam video berdurasi 30 menit itu, Hadi Pranoto mengklaim telah berhasil menemukan antibodi Covid-19, yang bisa mencegah dan menyembuhkan pasien yang telah terinfeksi.

Hadi Pranoto juga mengklaim antibodi Covid-19 berbahan herbal itu telah disalurkan di wilayah Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan.

Baca juga: Soal Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, IDI: Tak Sesuai Keilmuan Pakar Kesehatan

Belakangan, video tersebut menuai kontroversi dan telah dihapus oleh YouTube. Namun sebelumnya, video itu telah ditonton 450.000 kali dan mendapat 9.000 likes.

Tak hanya itu, Hadi dan Anji juga dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Muanas pun mendesak Anji agar dapat membuktikan opini publik yang telah berkembang.

"Kalau dia enggak bisa membuktikan, maka dianggap penyebar berita bohong," kata Muanas kepada Kompas.com, Minggu (3/8/2020).

"Kami khawatir saja kalau enggak dilaporkan, ini dianggap bukan persoalan besar dan tidak ditindaklanjuti," imbuh dia.

Baca juga: Polisi Panggil Ahli Bahasa dan TI untuk Usut Kasus Anji dan Hadi Pranoto

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.