Kontroversi Obat Covid-19, Saat Influencer Dituntut Turut Bertanggung Jawab

Kompas.com - 05/08/2020, 16:25 WIB
Aktor Raffi Ahmad (kiri), Andre Taulany (kanan),  dan penyanyi Ari Lasso berbincang seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Kedatangan sejumlah artis, penyanyi, penggiat media sosial dan seniman ke Istana tersebut untuk diminta membantu menyosialisasikan protokol kesehatan dan bahaya COVID-19 kepada masyarakat. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANAktor Raffi Ahmad (kiri), Andre Taulany (kanan), dan penyanyi Ari Lasso berbincang seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Kedatangan sejumlah artis, penyanyi, penggiat media sosial dan seniman ke Istana tersebut untuk diminta membantu menyosialisasikan protokol kesehatan dan bahaya COVID-19 kepada masyarakat.
Penulis Dani Prabowo
|

Sosok influencer yang diundang Presiden bukanlah sosok yang main-main. Sebab, mereka memiliki pengikut yang besar.

Raffi dan istrinya, Nagita Slavina yang mempunyai akun Instagram @raffinagita1717 mempunyai pengikut 43,6 juta. Sementara Gading Marten, pemilik akun @gadiiing memiliki pengikut 17,2 juta.

Adapun Andre Taulany, pemilik akun @andreastaulany memiliki pengikut 2,8 juta orang. Sedangkan Anji, pemilik akun @duniamanji memiliki pengikut 2,1 juta.

Menurut sutradara Fajar Nugros, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat. Namun, ia mengatakan, publik figur memiliki tanggung jawab yang lebih besar.

Baca juga: Pemerintah Tunda Insentif Pariwisata untuk Turis Asing, Termasuk Anggaran Influencer

Sebab, ia berpandangan, seorang publik figur tidak bisa hanya mengambil untung dari masyarakat.

"Punya followers banyak membuat seseorang dengan mudah mendapat rezeki, seperti endorse, sponsor, dan iklan. Lalu apa imbal baliknya untuk masyarakat?" kata Nugros seperti dilansir dari Kompas.id.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal yang sama pun disampaikan Septiaji. Menurut dia, saat ini banyak influencer yang membuat kanal di platform seperti YouTube, Instagram, dan Facebook tapi belum memiliki pemahaman yang utuh tentang etika atau cara menggunakan pengaruhnya untuk mengedukasi masyarakat.

Bagaimanapun, ia menegaskan, influencer memiliki tanggung jawab yang besar atas setiap informasi yang mereka sampaikan. Pasalnya, saat ini influencer memiliki posisi penting sebagai bagian dari agen penyampai informasi.

"Sederhananya, mereka butuh pemahaman tentang literasi digital yang baik," kata dia.

Baca juga: Polisi Akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto Terkait Dugaan Sebarkan Hoaks soal Obat Covid-19

Sama halnya seorang jurnalis, menurut dia, influencer sebaiknya juga harus memiliki semacam kode etik. Sekali pun, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur mengenai hal tersebut.

"Saat ini saya rasa mereka butuh untuk paling tidak memahami bahwa ketika mereka menyampaikan suatu konten, maka mereka harus punya pertanggungjawaban, mereka mau memperbaiki kalau ada kesalahan, tidak hanya sekadar menghapus tapi mereka juga mau menjelaskan kesalahan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengimbau, agar para influencer dapat lebih selektif di dalam memilih narasumber yang hendak diwawancarai di dalam setiap konten mereka.

Baca juga: Kontroversi Anji dan Hadi Pranoto soal Obat Antibodi Covid-19, Berujung Kasus Hukum

"Harapan kami, khususnya untuk influencer sebaiknya cek dulu sumber dengan kaidah keilmuan atau tidak, jika ingin menyampaikan sesuatu ke publik," kata Daeng seperti dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, influencer memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengingatkan, harus berhati-hati dalam memberikan informasi.

"Influencer kan banyak diikuti orang... Agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan benar," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.