Soal Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, IDI: Tak Sesuai Keilmuan Pakar Kesehatan

Kompas.com - 05/08/2020, 14:10 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). DOKUMENTASI BNPBKetua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa hari ini, publik dikejutkan dengan pernyataan Hadi Pranoto bahwa dirinya  sudah menemukan obat virus corona jenis baru.

Ia juga mengungkapkan, dokter hanya membutuhkan waktu selama 2-3 hari untuk menyembuhkan pasien Covid-19

 

Pernyataan kontroversial lainnya misalnya, vaksin Covid-19 hanya akan semakin merusak organ, dan masker tidak dapat mencegah transmisi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Daeng Mohammad Faqih mengatakan, klaim dalam video tersebut tidak sesuai dengan keilmuan yang disampaikan para pakar kesehatan terkait Covid-19.

"Itu tidak sesuai dengan ilmu yang disampaikan pakar kesehatan soal Covid-19. Herbal atau obat apap perlu pembuktian ilmiah apakah benar bisa menyembuhkan atau tidak. Harus melalui tahapan penelitian," ujar Daeng dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Unggahan Jerinx yang Sebut IDI Kacung WHO Berawal dari Keresahan Syarat Rapid Test

Dalam hal ini, kata dia, semua pihak harus merujuk kepada Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai pemegang otoritas.

Daeng mengatakan, hingga saat ini belum ada pernyataan dari BPOM terkait obat herbal yang dibuat oleh Hadi dapat menyembuhkan Covid-19

Ia mengatakan, seluruh pihak maupun masyarakat harus merujuk pada BPOM karena mereka yang memiliki kewenangan untuk memberikan informasi suatu obat, termasuk obat herbal.

"Kalau BPOM tidak menyebutkan (terbukti mampu menyembuhkan), berarti memang tidak demikian," kata dia.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak valid.

Baca juga: Agar Tak seperti Anji, IDI Imbau Figur Publik Selektif Undang Narasumber soal Covid-19

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X