Kompas.com - 08/06/2020, 18:33 WIB
Sandiaga Uno dalam talkshow bertema Semangat Kebangkitan Brand Lokal bersama dengan dr. Tirta, di akun Instagram @ultimateu_id, Rabu (20/5/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARSandiaga Uno dalam talkshow bertema Semangat Kebangkitan Brand Lokal bersama dengan dr. Tirta, di akun Instagram @ultimateu_id, Rabu (20/5/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan, masih banyak masyarakat yang terdampak Covid-19 belum mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah.

Sandiaga mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan tim relawannya, rata-rata 10-15 persen masyarakat yang semestinya berhak mendapatkan, namun belum mendapatkan Bansos.

"Jadi bansos, dari data kami relawan bahwa tingkat akurasi daripada data-data yang dimiliki pemerintah itu 80-85 persen, ada 10-15 persen dari masyarakat yang berhak itu belum tersentuh," kata Sandiaga dalam acara Halalbihalal secara virtual, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Bansos Belum Tepat Sasaran, Istana Sebut Jadi Perhatian Serius Presiden

Kendati demikian, Sandiaga mengatakan, saat ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan terkait data penerima Bansos.

Menurut dia, pemerintah harus dibantu dalam melakukan proses verifikasi dan melaporkan masyarakat yang layak menerima Bansos.

"Nah di sinilah menurut kami, jangan saling salah menyalahkan. Mari kita verifikasi dan laporkan kepada pemerintah tentang data yang mungkin tumpang tindih," ujar dia.

Baca juga: Sebelum Diperpanjang, Pemerintah Diminta Perbaiki Data Penerima Bansos

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan tim relawannya, masyarakat lebih berharap menerima bantuan tunai dan bantuan sembako.

"Masyarakat itu lebih prefer atau lebih mengharapkan bantuan pada saat sekarang terutama bantuan tunai dan bantuan sembako, karena ini yang bisa meringankan beban hidup mereka," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ceritakan Mitigasi Bencana di Jepang, Megawati: Bisa Dilakukan, Asal Gotong Royong

Ceritakan Mitigasi Bencana di Jepang, Megawati: Bisa Dilakukan, Asal Gotong Royong

Nasional
5 Personel Militer Singapura Sudah Merapat ke KRI dr Suharso Bantu Cari Kapal Selam Nanggala

5 Personel Militer Singapura Sudah Merapat ke KRI dr Suharso Bantu Cari Kapal Selam Nanggala

Nasional
Pemimpin Thailand, Laos, dan Filipina Absen di KTT ASEAN soal Myanmar

Pemimpin Thailand, Laos, dan Filipina Absen di KTT ASEAN soal Myanmar

Nasional
Ratusan WN India Masuk Indonesia, Komisi III Minta Imigrasi Tingkatkan Kewaspadaan Izin Masuk WNA

Ratusan WN India Masuk Indonesia, Komisi III Minta Imigrasi Tingkatkan Kewaspadaan Izin Masuk WNA

Nasional
Bicara soal Bencana, Megawati Sebut Jakarta Sangat 'Fragile'

Bicara soal Bencana, Megawati Sebut Jakarta Sangat "Fragile"

Nasional
Jokowi: ASEAN Leaders Meeting Digelar untuk Kepentingan Rakyat Myanmar

Jokowi: ASEAN Leaders Meeting Digelar untuk Kepentingan Rakyat Myanmar

Nasional
Kasus Suap Penyidik KPK, ICW Dorong MKD Proses Etik Azis Syamsuddin

Kasus Suap Penyidik KPK, ICW Dorong MKD Proses Etik Azis Syamsuddin

Nasional
ICW Yakin Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju Tidak Bertindak Sendirian

ICW Yakin Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju Tidak Bertindak Sendirian

Nasional
Bertemu PM Vietnam, Jokowi Dorong Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

Bertemu PM Vietnam, Jokowi Dorong Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

Nasional
Megawati: Saya Lihat Pemadam Kebakaran Kita, Aduh Kok Kesejahteraannya Begini Ya?

Megawati: Saya Lihat Pemadam Kebakaran Kita, Aduh Kok Kesejahteraannya Begini Ya?

Nasional
TNI Fokus Cari KRI Nanggala di Lokasi Tumpahan Minyak dan Titik Magnetik

TNI Fokus Cari KRI Nanggala di Lokasi Tumpahan Minyak dan Titik Magnetik

Nasional
UPDATE 23 April: Pemerintah Telah Periksa 14.154.141 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 23 April: Pemerintah Telah Periksa 14.154.141 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 23 April: Sebaran 5.436 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

UPDATE 23 April: Sebaran 5.436 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

Nasional
Diduga, Penyidik KPK Stepanus Robin Dikenalkan ke Azis Syamsuddin oleh Ajudan yang Anggota Polri

Diduga, Penyidik KPK Stepanus Robin Dikenalkan ke Azis Syamsuddin oleh Ajudan yang Anggota Polri

Nasional
UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X