Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/05/2020, 10:15 WIB

KOMPAS.com – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara bersama Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Firli Bahuri, mengecek langsung distribusi Bantuan Sosial (Bansos) Sembako Presiden, di RT 1 RW 2 Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Hal tersebut sebagai ikhtiar dalam mengawasi penyaluran bansos di DKI Jakarta, sekaligus sebagai sarana dialog dengan para penerima bansos.

“Saya mengajak KPK meninjau proses penyaluran bansos. Ini sejalan dengan instruksi presiden yaitu penyaluran bansos didampingi institusi seperti KPK, Badan Pengawasan  Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” kata juliari, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Sejalan dengan keterangan Juliari, Firli menyatakan, pihaknya hadir untuk mengawasi proses penyaluran agar tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan di lapangan.

Baca juga: Pemerintah Kerja Sama dengan KPK Awasi Penyaluran Bansos

“Kami sengaja datang untuk memberi kepastian bahwa setiap warga negara berhak menerima bantuan dengan berpegang pada prinsip bantuan harus tepat sasaran,” kata Firli.

Berdasarkan Surat Pedoman Pelaksanaan Program Bansos, data yang digunakan untuk menentukan penerima bansos adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Jika ditemukan warga yang layak menerima padahal tidak masuk DTKS, wajib dimasukkan. Sebaliknya, jika namanya ada di DTKS tapi sudah tidak layak menerima, harus dikeluarkan,” kata Firli.

Tercatat, penyaluran bansos sembako di RW 2 Kelurahan Cipete Utara ditujukan kepada 13 RT, yang dibagi menjadi III tahap. Tahap I meliputi 709 paket, tahap II 704 paket, dan tahap III 1.361 paket.

Baca juga: Diminta Jokowi Awasi Penyaluran Bansos, Ini Langkah KPK

Tidak hanya di satu lokasi, pengecekan distribusi bansos juga dilakukan di RT 14 RW 1, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak.

Di lokasi tersebut, terdapat 553 paket bansos yang disalurkan kepada 1.734 Kepala Keluarga (KK).

Data wilayah Pondok Labu pun mencatat, penyaluran bansos sembako dari presiden sudah dilakukan sebanyak III tahap. Sedangkan bansos dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru dilakukan satu kali.

Sementara itu, total penyaluran bansos tahap III di DKI Jakarta menyasar 2,1 juta KK, dengan rincian 1,3 juta KK menggunakan anggaran Kementerian Sosial (Kemensos), dan 850.000 KK menggunakan anggaran Pemprov DKI.

Baca juga: Jokowi: KPK, BPKP, Kejaksaan Bisa Mengontrol Agar Tak Ada Korupsi Bansos

“Proses penyaluran bansos sembako tahap III di DKI Jakarta menggunakan data by name by address, juga dipastikan tidak tumpang tindih dengan data tahap sebelumnya,” kata Juliari.

Pada penyaluran bansos tahap III, terjadi penambahan penerima bansos. Hal tersebut karena terdapat data baru yang diusulkan RT, RW, dan kelurahan.

“Saya kira itu bagus. Artinya semakin akurat dibanding dua tahap sebelumnya. Wajar saja kalau di tahap pertama masih terjadi trial and error,” kata Juliari.

Terkait penyaluran bansos tahap III Juliari mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta dilakukan sebelum lebaran.

Baca juga: Jokowi Ingin Semua Bansos Tersalurkan Sebelum Lebaran

“Seusai lebaran masih ada III tahap penyaluran lagi,” kata Juliari.

Salah satu penerima bansos mengatakan, masyarakat harus percaya pada penyaluran bansos oleh Kemensos.

“Harus percaya bantuan ini untuk masyarakat tanpa ada maksud lain. Terlebih sejauh ini berjalan lancar dan tidak ditemukan potensi penyelewengan,” kata ayah dua anak tersebut.

Juliari pun berpesan kepada masyarakat untuk saling berbagi.

Baca juga: Pemerintah Akan Salurkan Bansos Besar-besaran 5 Hari Sebelum Lebaran

“Kalau bansos sembako masih ada dan ikhlas untuk dibagi dengan tetangga, itu lebih baik. Tidak ada salahnya untuk berbagi,” kata Juliari.

Kemudian, Juliari mengajak segenap warga untuk berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Semua orang pasti berharap Covid-19 segera berlalu. Semoga semua warga di sini sehat selalu dan bisa kembali ke kehidupan normal lagi,” kata Juliari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Nasional
Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Nasional
Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Nasional
Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Nasional
Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Nasional
PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

Nasional
Mengenal Inggit Ganarsih, Sosok yang Disinggung dalam Pesan Megawati ke Ridwan Kamil

Mengenal Inggit Ganarsih, Sosok yang Disinggung dalam Pesan Megawati ke Ridwan Kamil

Nasional
Di Tengah Isu Reshuffle, PDI-P Singgung Rabu Pon Momentum Ambil Keputusan Strategis

Di Tengah Isu Reshuffle, PDI-P Singgung Rabu Pon Momentum Ambil Keputusan Strategis

Nasional
Surya Paloh Bertemu Jokowi, Pengamat: Ada 2 Kemungkinan, Lepas Anies atau Pamitan

Surya Paloh Bertemu Jokowi, Pengamat: Ada 2 Kemungkinan, Lepas Anies atau Pamitan

Nasional
Soal Gugatan UU Desa ke MK, Apdes: Jangan Jadi Masalah Besar

Soal Gugatan UU Desa ke MK, Apdes: Jangan Jadi Masalah Besar

Nasional
Cerita PKN Dituding PKI Saat Proses Verifikasi Pemilu 2024

Cerita PKN Dituding PKI Saat Proses Verifikasi Pemilu 2024

Nasional
Partai Buruh Akan Gelar Aksi di DPR Tolak Perppu Cipta Kerja 6 Februari

Partai Buruh Akan Gelar Aksi di DPR Tolak Perppu Cipta Kerja 6 Februari

Nasional
PKS: Deklarasi Dukungan untuk Anies Hanya Masalah Timing dan Momentum

PKS: Deklarasi Dukungan untuk Anies Hanya Masalah Timing dan Momentum

Nasional
PDI-P Akan Hormati Apapun Putusan Terkait UU Desa, baik Gugatan di MK Maupun Wacana Revisi

PDI-P Akan Hormati Apapun Putusan Terkait UU Desa, baik Gugatan di MK Maupun Wacana Revisi

Nasional
Viral Foto Anak Korban Penculikan Diambil Organnya di Depok, Bareskrim: Hoaks!

Viral Foto Anak Korban Penculikan Diambil Organnya di Depok, Bareskrim: Hoaks!

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.