KPI Sebut Permendagri Sulitkan Pengawasan Penyiaran Pilkada 2020

Kompas.com - 02/12/2019, 12:39 WIB
Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2012). Dian Erika/KOMPAS.comKomisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi I DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) Pusat, Senin (2/12/2019).

Salah satu poin yang dibahas dalam rapat yakni pengawasan penyiaran saat Pilkada 2020 oleh KPI.

Komisioner KPI, Yuliandre Darwis, mengatakan isu kesetaraan dan keseimbangan informasi dibahas dalam rapat tersebut.

"Pada 2020 akan dilaksanakan pilkada serentak. Sehingga bagaimana yang namanya isu kesetaraan dan keseimbangan informasi bisa berjalan baik seperti periode 2019 lalu, " ujar Yuliandre di Kempleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Perludem dan KPI Prioritaskan Perbaikan Aspek Diskriminasi dalam Gugatan UU Pilkada ke MK

Namun demikian, KPI mengakui menemui kendala anggaran untuk pengawasan Pilkada 2020. Yang paling krusial, adalah lantaran KPI daerah (KPID) tidak bisa lagi dibiayai oleh APBD.

"Ada Peraturan Mendagri yang tidak memperbolehkan itu. Jika ada (pembiayaan) maka (harus) dikategorikan hibah," ungkap Yuliandre.

Menurutnya, kondisi ini akan menjadi kendala operasional KPID ke depannya.

"KPID ini adalah jantung utama untuk pengawasan pilkada. Bagaimana pun KPID adalah lembaga negara yang akan memediasi informasi kepada calon atau kepala daerah dan sebagainya," lanjutnya.

Karena itu, Yuliandre berharap pembahasan dengan Komisi I hari ini bisa membuahkan solusi untuk KPID.

Baca juga: Kominfo: KPI Tak Bisa Awasi YouTube dan Netflix

"Kami harap KPID semuanya diberi kekuatan pendanaan oleh pemerintah daerah untuk mengawasi pilkada," tambah Yuliandre.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. Ke-270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Adapun hari pemungutan suara Pilkada 2020 jatuh pada 23 September tahun depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X