KPK Menanti Terungkapnya Pelaku Penyerangan Novel Baswedan...

Kompas.com - 17/07/2019, 06:48 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan menjawab pertanyaan wartawan saat peluncuran Jam Waktu Novel di gedung KPK, Selasa (11/12/2018). Menyambut Hari HAM Internasional, Wadah Pegawai KPK meluncurkan Jam Waktu Novel sebagai pengingat bagi penegak hukum untuk membongkar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama. Hafidz Mubarak APenyidik KPK Novel Baswedan menjawab pertanyaan wartawan saat peluncuran Jam Waktu Novel di gedung KPK, Selasa (11/12/2018). Menyambut Hari HAM Internasional, Wadah Pegawai KPK meluncurkan Jam Waktu Novel sebagai pengingat bagi penegak hukum untuk membongkar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

"Kami meminta agar tidak lagi bentuknya rekomendasi, tapi sudah ditemukan dan bahkan disebut pelakunya karena tim gabungan ini kan terdiri dari tim pakar dan tim kepolisian. Masyarakat tentu saja juga akan menanti dan menunggu siapa pelakunya," ungkap Yudi.

Sementara itu, Novel Baswedan tidak tertarik dengan temuan baru, dugaan adanya motif politik, dan dugaan keterlibatan jenderal yang akan disampaikan Polri dan TGPF.

Novel menekankan dan meminta agar pelaku di lapangan atau eksekutor ditangkap lebih dulu. Menurutnya, kejahatan jalanan seperti kasus penyiraman air keras yang dialaminya harus diungkap dari bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

"Kalau hanya dikatakan bahwa ini ada motif politik, ada jenderal, dan lain-lain, kalau itu saja yang dikatakan, saya katakan itu tidak menarik buat saya," ungkap Novel dalam wawancara di program AIMAN di KompasTV, Senin (15/7/2019) malam.

"Yang menarik adalah bagaimana pelaku lapangan itu diungkap karena street crime, sekalipun dia terorganisasi, harus diungkap dari pelaku lapangan, dari bukti-bukti di TKP," kata dia.

Hal itu juga yang menyebabkan dirinya enggan langsung mengungkapkan siapa jenderal yang diduga terlibat dalam kasusnya tersebut.

Novel tidak ingin proses investigasi kasusnya terganggu dengan berbagai spekulasi.

"Ketika bicara di (level) atas, tadi kenapa saya tidak mau katakan secara terbuka jenderalnya siapa, dan lain-lain, saya tidak mau proses investigasi ini terganggu dengan spekulasi-spekulasi atau persepsi yang terbentuk. Kenapa? Bukti-bukti di lapangan itu scientific kok," katanya

Peristiwa penyerangan Novel terjadi pada 11 April 2017 subuh saat Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor.

Baca juga: Novel Baswedan Akan Ungkap Jenderal yang Diduga Terlibat Kasusnya, jika..

Saat itu, Novel sedang berjalan menuju rumahnya seusai menjalankan shalat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cairan itu tepat mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tidak sempat mengelak. Tidak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tidak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.

Hingga kini, kasus tersebut belum terungkap dan polisi juga belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X