Terdakwa Suap Pernah Tanya Staf Khusus Menag "Kapan Bisa Promosi Jabatan"

Kompas.com - 10/07/2019, 14:26 WIB
Staf Khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito bersaksi di  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019). KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANStaf Khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Staf Khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito, mengaku pernah ditanya terdakwa Muafaq Wirahadi soal promosi jabatan.

Muafaq merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur.

"Kalau bahasanya (Muafaq), kira-kira garis besarnya bahwa 'Saya ini udah lama eselon 4, Mas. Kapan bisa promosi?'. Itu pernah disampaikan Pak Muafaq tapi tidak spesifik nyebut promosi sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik," kata Gugus saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Baca juga: Jaksa Ungkap Kata Silent dan Jumat Keramat dalam Percakapan Staf Khusus Menag dan Haris Hasanuddin

Gugus mengaku hal itu pernah ditanyakan saat dirinya bertemu dengan Muafaq. Akan tetapi, Gugus tidak ingat persis kapan dan di mana pembahasan itu terjadi.

"Nah kemudian kenapa Pak Muafaq menyampaikan hal seperti itu, maksudnya apa?" tanya jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto.

"Ya kurang tahu tujuannya apa, Pak. Cuma beliau bilang, 'Kalau ada peluang promosi, saya ini sudah lama, sudah lama jadi eselon 4, sejak Kakanwilnya sebelum Pak Haris," jawab Gugus.

Baca juga: Staf Khusus Menag Minta Penilaian Pengurus DPW PPP Jatim soal Haris Hasanuddin

Jaksa Wawan pun mempertanyakan apakah alasan Muafaq menanyakan hal itu ke Gugus mengingat posisinya sebagai staf khusus Menteri Lukman.

"Apakah ada embel-embel nanti disampaikan ke Pak Menteri? Ke Biro SDM?" kata Wawan.

"Enggak ada karena Pak Menteri enggak ngurus kepala kantor Kemenag. Pak Muafaq juga enggak pernah berpesan hal seperti itu," jawab Gugus.

Baca juga: Cerita Ajudan yang Dititipi Uang Rp 10 Juta dalam Map untuk Menag

Muafaq didakwa menyuap anggota DPR yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muhammadiyah Minta Jokowi Perbaiki Komunikasi di Tengah Pandemi

Muhammadiyah Minta Jokowi Perbaiki Komunikasi di Tengah Pandemi

Nasional
Mengacu Fatwa MUI DKI, DMI Anjurkan Shalat Jumat Dibagi 2 Gelombang

Mengacu Fatwa MUI DKI, DMI Anjurkan Shalat Jumat Dibagi 2 Gelombang

Nasional
KPK Diharapkan Segera Jerat Eks Sekretaris MA Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang

KPK Diharapkan Segera Jerat Eks Sekretaris MA Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang

Nasional
Hari ke-8 Arus Balik Lebaran, 8.224 Kendaraan Diminta Putar Balik

Hari ke-8 Arus Balik Lebaran, 8.224 Kendaraan Diminta Putar Balik

Nasional
Pimpin Forum Internasional, BPJS Kesehatan Dorong Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Pimpin Forum Internasional, BPJS Kesehatan Dorong Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Nasional
Kasus Jiwasraya Disidangkan Besok, Kejagung Tetap Kembangkan Penyidikan

Kasus Jiwasraya Disidangkan Besok, Kejagung Tetap Kembangkan Penyidikan

Nasional
Jusuf Kalla: Masjid Boleh Dibuka jika Aturan PSBB Dicabut

Jusuf Kalla: Masjid Boleh Dibuka jika Aturan PSBB Dicabut

Nasional
Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Diingatkan soal Malaadministrasi

Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Diingatkan soal Malaadministrasi

Nasional
Haris Azhar soal KPK Tangkap Nurhadi: Ini Menentukan Kualitas Penyidik seperti Novel Baswedan

Haris Azhar soal KPK Tangkap Nurhadi: Ini Menentukan Kualitas Penyidik seperti Novel Baswedan

Nasional
KPK Diminta Tak Lupa Tangkap DPO Lain Terkait Kasus Suap Nurhadi

KPK Diminta Tak Lupa Tangkap DPO Lain Terkait Kasus Suap Nurhadi

Nasional
Jubir Pemerintah: Anak-anak Seharian di Rumah, tetapi Rentan Tertular Covid-19 dari Orang Dewasa

Jubir Pemerintah: Anak-anak Seharian di Rumah, tetapi Rentan Tertular Covid-19 dari Orang Dewasa

Nasional
Rabu Besok, 6 Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

Rabu Besok, 6 Tersangka Kasus Jiwasraya Jalani Sidang Perdana

Nasional
Beda Klaim Menag Fachrul Razi dan Komisi VIII Soal Haji 2020

Beda Klaim Menag Fachrul Razi dan Komisi VIII Soal Haji 2020

Nasional
Kepala Bappenas: Penerapan New Normal Tak Perlu Dirumit-rumitkan

Kepala Bappenas: Penerapan New Normal Tak Perlu Dirumit-rumitkan

Nasional
New Normal, Pelatihan Kartu Prakerja Dilakukan Tatap Muka

New Normal, Pelatihan Kartu Prakerja Dilakukan Tatap Muka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X