Ketua DPR: Sikap Paling Bijak Saat Ini adalah Menunggu Real Count KPU

Kompas.com - 08/05/2019, 16:09 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo seusai menghadiri Rapat Paripurna ke-16 pembukan Masa Persidangan V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua DPR RI Bambang Soesatyo seusai menghadiri Rapat Paripurna ke-16 pembukan Masa Persidangan V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta berbagai pihak untuk menahan diri dan mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menyikapi proses penghitungan suara yang sedang berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal itu ia ungkapkan saat berpidato dalam Rapat Paripurna ke-16 pembukaan Masa Persidangan V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

"Pimpinan Dewan menyerukan kepada semua elemen bangsa untuk bisa menahan diri, mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menyikapi proses penghitungan suara yang sedang berlangsung di KPU," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, sikap yang paling bijak saat ini adalah menunggu hasil penghitungan manual atau real count secara berjenjang.

Baca juga: Politisi PPP Sebut DPR Tak Perlu Bentuk Pansus Pemilu agar Fokus Bekerja

Politisi dari Partai Golkar itu juga meminta pihak-pihak yang keberatan dengan hasil pemilu dan merasa dirugikan agar menggunakan mekanisme yang telah diatur oleh undang-undang.

"Sikap yang paling bijak adalah menunggu hasil penghitungan manual atau real count yang dilakukan oleh KPU secara berjenjang mulai dari TPS, PPK, KPUD Kabupaten/Kota, KPUD Propinsi sampai penghitungan secara nasional di KPU," kata Bambang.

"Jika dalam proses penghitungan suara tersebut terdapat pihak-pihak yang merasa keberatan atau dirugikan hendaknya ditempuh prosedur dan jalur yang disediakan oleh Undang-undang dan konstitusi negara," kata dia.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X