Berpeluang Lolos Ke Parlemen, Perindo Sebut Figur Ketum Dongkrak Elektabilitas

Kompas.com - 05/04/2019, 09:03 WIB
Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comSekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Indonesia ( Perindo) Ahmad Rofiq optimis melihat hasil lembaga survei yang mengatakan partainya berpeluang lolos ambang batas parlemen (parliamentary hreshold).

Hal itu, menurutnya, membuat seluruh kader semakin semangat dan militan.

"Tentu ini membuat kami berjuang lebih semangat dan lebih militan," kata Rofiq saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Survei Charta Politika: PSI dan Perindo Berpeluang Lolos ke Parlemen


Rofiq mengatakan, figur Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo sangat dikenal masyarakat sehingga mendongkrak elektabilitas partai.

"Figur ketua umum Perindo yang sangat dikenal oleh publik telah berpengaruh terhadap eektabilitas partai," ujarnya.

Rofiq mengatakan, sejak awal Perindo bergerak membentuk struktur partai hingga tingkat desa. Selain itu, pengenalan Perindo melalui media terus dilakukan sehingga masyarakat memahami program Perindo.

Baca juga: Gelar Rakornas, Perindo Bekali Caleg Strategi Pemenangan Pemilu

"Pengenalan Perindo melalui media terus dilakukan agar masyarakat terus memahami program-program Perindo," tuturnya.

Lebih lanjut, Rofiq mengatakan, partainya bukan mengobral janji di Pemilu 2019. Ia mengatakan Perindo memberikan bukti dengan menyediakan kurang lebih 100.000 gerobak kepada pengangguran yang ingin memiliki usaha serta penyediaan ambulan.

"Tidak hanya itu pelayanan Perindo terhadap masyarakat berupa ambulance gratis sebanyak 370 yang telah terbuat di seluruh Indonesia adalah bukti," pungkasnya.

Baca juga: Hary Tanoe: Perindo Targetkan 60-70 Persen Caleg Duduk di DPR

Sebelumnya, Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan, elektabilitas PSI dan Perindo berdasarkan hasil survei memang belum melewati ambang batas lolos ke parlemen sebesar 4 persen.

PSI mendapat elektabilitas tertinggi sebagai partai baru di angka 2,2 persen responden. Sementara Perindo menyusul di bawahnya dengan 2 persen.

Baca juga: Ketum Perindo: Jokowi-Maruf Seharusnya Mudah Menangkan Pilpres 2019

Namun, jika mempertimbangkan margin of errror survei sebesar 2,19 persen, maka elektabilitas PSI dan Perindo bisa mencapai lebih dari empat persen.

"Kalau dilihat, empat partai ini, punya kesempatan lolos ke DPR karena terdapat margin of error. PSI bisa saja angkanya sudah 4 persen," kata Muslimin saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Kamis (4/3/2019).

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 15 Nasabah Jiwasraya yang Komplain Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Presdir PT TRAM Heru Hidayat

Nasional
RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

RUU Cipta Kerja Atur Pers, IJTI Khawatir Pemerintah Berlaku Otoriter

Nasional
Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Langkah Pemerintah Mendata Terduga Teroris Pelintas Batas Dinilai Tepat

Nasional
Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Kejagung Teliti Berkas Kasus Paniai, Bakal Beri Jawaban dalam 1-2 Hari

Nasional
Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Mahfud: RUU Cipta Kerja Belum Final, Silakan Beri Masukan

Nasional
Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan, KPI Minta Komitmen Seluruh Pihak

Nasional
Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Bantah Haris Azhar, KPK Sebut Penetapan DPO Nurhadi Bukan Formalitas

Nasional
Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Mahfud Tegaskan Pasal 170 RUU Cipta Kerja Akan Diperbaiki di DPR

Nasional
Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Pengamat: Tak Heran jika RUU Cipta Kerja Lebih Berpihak pada Pengusaha

Nasional
Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Mahfud MD: Omnibus Law Bukan Istilah Resmi, tapi RUU Cipta Kerja

Nasional
Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Seret Dua Pasal Tentang Pers, AJI: Lawan!

Nasional
Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Periksa Anggota Keluarga Wahyu Setiawan, KPK Dalami Aliran Uang

Nasional
Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Anggota Komisi III Sebut Pasal 170 RUU Cipta Kerja Bertentangan dengan UU PPP

Nasional
Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Diminta Stop Bicara ke Media, Kepala BPIP Akan Bentuk Tim Humas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X