Busana Apa yang Akan Dikenakan Jokowi dalam Debat Pertama?

Kompas.com - 17/01/2019, 13:39 WIB
Pada Kamis (18/1/2019) siang, Jokowi mengunggah sebuah foto diri. Dalam foto dengan komposisi medium-up tersebut, Jokowi mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap hitam dan blangkon. Facebook Presiden Joko WidodoPada Kamis (18/1/2019) siang, Jokowi mengunggah sebuah foto diri. Dalam foto dengan komposisi medium-up tersebut, Jokowi mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap hitam dan blangkon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakaian apa yang dikenakan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat pertama Pilpres 2019, Kamis (17/1/2019) malam nanti?

Pada Kamis siang,  Jokowi mengunggah sebuah foto diri melalui akun Facebook-nya, Presiden Joko Widodo. Dalam foto dengan komposisi medium-up tersebut, Jokowi mengenakan busana khas Jawa, yakni beskap hitam dan blangkon.

Bros merah-putih tampak tersemat di dada kirinya.

Baca juga: Timses: Dalam Debat, Jokowi Akan Paparkan Penanganan Kasus HAM

 

Dalam caption, Jokowi menuliskan, "Selamat siang. Segala sifat keras hati, picik dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut dan sabar."

Apakah busana dalam foto ini yang akan digunakan Jokowi?

Sekretaris Pribadi Presiden, Anggit Noegroho mengatakan, tim sudah menyiapkan beberapa pilihan busana yang kemungkinan dikenakan Jokowi saat acara debat melawan pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Anggit tidak dapat membeberkan busana apa saja yang disiapkan itu.

"Sampai jam ini (13.05 WIB), Bapak Jokowi belum memutuskan busana mana yang akan beliau kenakan nanti malam. Tapi sudah disiapkan beberapa," ujar Anggit, saat dikonfirmasi, Kamis siang.

Debat pertama calon presiden dan calon wakil presiden yang berkompetisi dalam Pemilihan Presiden 2019, yakni pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan digelar pada malam nanti.

Baca juga: Mengenal Ira Koesno dan Imam Priyono, Moderator Debat Pertama Pilpres

Tiga isu besar bidang hukum akan menjadi fokus dalam debat perdana, yaitu persoalan hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, dan terorisme.

Enam panelis dipilih untuk terlibat dalam debat ini, yaitu mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Bagir Manan; Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik; Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana; Ahli Tata Negara Margarito Kamis, dan Bivitri Susanti.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Visi Misi Capres-Cawapres Bidang HAM

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Nasional
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Nasional
Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Nasional
Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi  B-737-MAX-8?

Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi B-737-MAX-8?

Nasional
PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

Nasional
Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Nasional
Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Nasional
Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Nasional
Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Nasional
Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

Nasional
BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

Nasional
BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

Nasional
Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Nasional
Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X