Kaleidoskop 2018, Daftar 29 OTT KPK Sepanjang 2018

Kompas.com - 18/12/2018, 12:35 WIB
Ilustrasi Koruptor KompasIlustrasi Koruptor

3. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu tertangkap tangan oleh KPK pada Minggu (18/11/2018).

Remigo menjadi tersangka karena diduga menerima suap sekitar Rp 550 juta dari para kontraktor yang mengerjakan proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pakpak Bharat.

4. Anggota DPRD Kalimantan Tengah

Pada Jumat (27/10/2018), KPK menggelar OTT di sejumlah titik di Jakarta. Dalam operasi itu, KPK mengamankan 4 anggota DPRD Kalimantan Tengah dan 3 orang pihak swasta. Ketujuh orang tersebut ditetapkan menjadi tersangka.

Empat anggota DPRD itu adalah Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Kalteng Punding LH Bangkan, serta dua anggota komisi B DPRD Provinsi Arisavanah dan Edy Rosada.

Sementara tiga pihak swasta adalah Edy Sapurta Suradja selaku Direktur PT BAP atau Wakil Direktur Utama PT Sinarmas Agro Resoirces and Technology, kemudian Willy Agung Adipradhana selaku CEO PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), dan Teguh Dudy Syamsury Zaldy selaku Manager Legal PT BAP.

Uang suap sejumlah Rp 240 juta diduga diberikan agar anggota DPRD tak lagi mempermasalahkan sejumlah izin yang belum dikantongi PT BAP dalam menjalankan usaha sawit di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

5. Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra tertangkap tangan oleh KPK pada Rabu (24/10/2018).

Sunjaya menjadi tersangka karena diduga menerima hadiah atau janji terkait mutasi jabatan, proyek, dan perizinan di Kabupaten Cirebon.

Ia diduga menerima uang sekitar Rp 100 juta dari Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto.

Diduga pemberian itu merupakan fee atas penetapan Gatot sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.

Sunjaya juga diduga menerima pemberian lain sebesar Rp 125 juta melalui ajudan dan sekretarisnya dari pejabat-pejabat di lingkungan Kabupaten Cirebon.

Sunjaya juga diduga menerima fee dengan nilai total Rp 6,425 miliar. Fee tersebut diduga tersimpan dalam rekening atas nama orang lain yang berada dalam penguasaan Sunjaya.

6. Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin

Pada Senin (15/10/2018), KPK melakukan OTT terhadap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan empat pejabat dinas.

KPK juga mengamankan dua konsultan dan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro.

Neneng bersama sejumlah kepala dinas menjadi tersangka karena diduga dijanjikan menerima suap sekitar Rp 13 miliar dari pengembang Lippo Group terkait proses perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang. Nilai suap yang sudah diterima mencapai Rp 7 miliar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X