Demokrat, AHY, dan Peluang "Rebound" di 2019

Kompas.com - 19/09/2018, 18:28 WIB
Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berorasi di Djakarta Theater, Jumat (3/8/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berorasi di Djakarta Theater, Jumat (3/8/2018).

Padahal, jika mencoba menyelami lebih dalam tentang makna the coattail effect, poin utamanya adalah keberadaan tokoh popular di suatu partai yang sedang mengikuti kontestasi di tingkat nasional bisa mengangkat popularitas dan elektabilitas anggota partai lain yang ikut dalam pemilihan di tingkat lokal.

Hanya saja, efek tersebut umumnya berlaku dalam segmen pemilih yang merupakan basis pemilih partai tersebut. Adapun untuk segmen swing voters, the coattail effect cenderung tidak berlaku.

Dalam konteks peluang Demokrat untuk rebound di 2019, apakah dengan tidak berlaganya AHY selaku simbol pemimpin baru di Partai Demokrat di Pilpres 2019, maka kader-kader Demokrat yang mengikuti kontestasi di Pileg 2019 tidak mendapatkan manfaat dari keberadaan AHY?

Berkaca dari Amerika Serikat, sebagai salah satu negara yang sering dijadikan studi kasus tentang the coattail effect, ada kecenderungan masyarakat memilih anggota Kongres dari partai tertentu di negara bagian mereka karena berharap capres dari partai tersebut menang di Pilpres.

Ini karena capres dipilih berdasarkan lebih banyaknya anggota Kongres dari partai yang sama dengan capres tersebut dipilih oleh publik, dibandingkan jumlah anggota Kongres dari partai capres lawannya. Ini karena Amerika Serikat menggunakan sistem electoral vote, bukan popular vote laiknya Indonesia.

Untuk studi kasus Indonesia, saat ini penentu seseorang bisa berlaga atau tidak di Pilpres adalah suara partai pengusung di Pileg sebelumnya.

Karena itu, jika berharap pendukung atau simpatisan AHY memilih Partai Demokrat dan caleg-calegnya, Demokrat perlu "menjual" harapan kepada publik, khususnya kepada pendukung dan simpatisan AHY yang terbukti di atas pemilih Demokrat saat ini menurut beberapa lembaga survei nasional. Harapan kalau ingin AHY berperan sentral dan menjadi pemimpin di tingkat nasional di periode 2024-2029, maka pilihlah Demokrat di Pileg 2019.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, asosiasi yang kuat antara Demokrat dan AHY harus benar-benar dilakukan secara konsisten.

Asosiasi Demokrat dengan sosok SBY, selaku kader terbaik Demokrat yang pernah menjadi presiden dua periode berturut-turut, merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dimungkiri. Hanya, perlu dikembangkan narasi yang lebih kuat ke depannya.

Demokrat masa kini dan mendatang adalah Demokrat yang dipimpin AHY, sosok pemimpin muda, cerdas, pejuang, adaptif, dan peduli serta mau mendengarkan rakyat. Bukan sekadar simpatisan dan warga yang rindu sosok SBY yang bakal merapat kembali ke Demokrat, melainkan kaum muda yang haus akan perubahan dan kehidupan lebih baik.

Jika harapan ini bisa dikelola dengan baik dan diterima oleh publik, Demokrat berpeluang besar untuk rebound di 2019.

Momentum pilpres

Setelah memiliki tujuan bersama dan sosok tokoh yang digadang-gadang sebagai pemimpin dan harapan baru, Demokrat mesti memanfaatkan momentum Pilpres 2019 untuk dapat rebound di Pileg 2019.

Superstar di Pilpres tetaplah pasangan calon presiden dan wakil presiden. Sorotan utama memang tetap mengarah ke Prabowo-Sandiaga.

Tetapi, tetap saja Demokrat bakal bisa berdiri sama tegak dengan pasangan calon dan mendapatkan sentimen positif dari publik yang berujung ke peningkatan elektabilitas Demokrat, jika dapat menunjukkan peran dan kontribusi signifikan Demokrat dalam pemenangan Prabowo-Sandiaga. Dan, Demokrat memiliki modal untuk itu.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedikasi Toeti Heraty: Guru Besar, Penyair, dan Pendiri Jurnal Perempuan

Dedikasi Toeti Heraty: Guru Besar, Penyair, dan Pendiri Jurnal Perempuan

Nasional
Mengenang Sosok Toeti Heraty: Profesor, Penyair, hingga Demonstran

Mengenang Sosok Toeti Heraty: Profesor, Penyair, hingga Demonstran

Nasional
Survei SMRC: Jika Pileg Digelar Sekarang, PDI-P Raih Suara Tertinggi

Survei SMRC: Jika Pileg Digelar Sekarang, PDI-P Raih Suara Tertinggi

Nasional
YLBHI: Yang Tidak Berwawasan Kebangsaan Itu Firli Bahuri

YLBHI: Yang Tidak Berwawasan Kebangsaan Itu Firli Bahuri

Nasional
Survei SMRC: Prabowo Subianto Terpilih Jadi Presiden jika Pemilihan Digelar Hari Ini

Survei SMRC: Prabowo Subianto Terpilih Jadi Presiden jika Pemilihan Digelar Hari Ini

Nasional
Ketua MPR Minta Sri Mulyani Batalkan Rencana Pajak Sembako dan Pendidikan

Ketua MPR Minta Sri Mulyani Batalkan Rencana Pajak Sembako dan Pendidikan

Nasional
Cerita LBH Semarang Sempat Alami Gangguan ‘Intel’ Saat Nobar Film ‘The End Game’ KPK

Cerita LBH Semarang Sempat Alami Gangguan ‘Intel’ Saat Nobar Film ‘The End Game’ KPK

Nasional
Warga Jabodetabek Gugat Juliari Batubara Terkait Korupsi Bansos

Warga Jabodetabek Gugat Juliari Batubara Terkait Korupsi Bansos

Nasional
Toeti Heraty, Pendiri Jurnal Perempuan Sekaligus Guru Besar UI Meninggal Dunia

Toeti Heraty, Pendiri Jurnal Perempuan Sekaligus Guru Besar UI Meninggal Dunia

Nasional
YLBHI: TWK Pegawai KPK Itu Litsus di Pemerintahan Saat Ini

YLBHI: TWK Pegawai KPK Itu Litsus di Pemerintahan Saat Ini

Nasional
Marak Pekerja Anak di Indonesia, Ini Langkah Kemenaker Mengatasinya

Marak Pekerja Anak di Indonesia, Ini Langkah Kemenaker Mengatasinya

Nasional
Panglima TNI Ingatkan Pangdam Jaya hingga Kepala RSD Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Panglima TNI Ingatkan Pangdam Jaya hingga Kepala RSD Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Nasional
Penambahan Covid-19 dan Tingginya Lonjakan Kasus di Pulau Jawa

Penambahan Covid-19 dan Tingginya Lonjakan Kasus di Pulau Jawa

Nasional
Ini Kata Novel Baswedan soal TWK KPK yang Dikaitkan dengan Pilpres 2024

Ini Kata Novel Baswedan soal TWK KPK yang Dikaitkan dengan Pilpres 2024

Nasional
[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X