Kompas.com - 09/07/2018, 13:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai utak-atik nama calon presiden dan wakil presiden oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah bagian dari kalkulasi politik jelang pemilihan presiden 2019.

Diketahui, setelah sebelumnya lebih condong mendukung Prabowo Subianto menjadi calon presiden, kini PKS memunculkan wacana pasangan baru yang akan diusung, yakni Anies Baswedan dan Ahmad Heryawan.

"Masing-masing partai politik, termasuk PKS saat ini memang sedang menimbang serta berhitung kira-kira peluang politik mereka bagaimana di 2019," ujar Hendri kepada Kompas.com, Senin (9/7/2018).

Baca juga: Anies: Urusan Capres Itu Tanya Pimpinan Partai Saja...

Salah satu hal yang jadi pertimbangan yakni coattail effect. Artinya, bagaimana sosok yang diusung di Pilpres bisa mendongkrak perolehan suara pada pemilihan anggota legislatif.

Maka, tidak heran PKS melakukan test the water dengan mewacanakan sejumlah nama. Termasuk dengan mewacanakan Anies-Aher.

"Kalau memang Prabowo bersama PKS, kan PKS mengharapkan coattail effect ke partainya. Misalnya nanti si Prabowo memilih orang di luar PKS, misalnya Anies, coattail effect-nya enggak ada buat PKS. Semuanya kan ke Gerindra. Beda soal kalau Gerindra bisa memastikan Prabowo-Aher, coattail effect-nya pasti untuk PKS juga," ujar Hendri.

Baca juga: Waketum Gerindra: Tak Mungkin Anies Baswedan Presiden, Itu Berat...

"Nah makanya akhirnya diusunglah figur Anies-Aher. Sebab bagaimanapun juga akhirnya dengan nama Anies-Aher yang dimunculkan dari PKS, coattail effect mereka bisa mampir ke PKS. Kan mereka ini kan takut enggak kebagian coatil effect saja nantinya," lanjut dia.

 

Injury time

Tentang waktu pendaftaran yang kira-kira tinggal sebulan lagi, Hendri menilai, waktu sebulan cukup untuk mengutak-utik siapa yang paling menuai elektabilitas tinggi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Satu bulan itu waktu yang cukup lama untuk politik. Partai politik kita ini senangnya main di injury time dan biasanya gol-gol cantik memang terjadinya di injury time. Jadi mereka semua nunggu, enggak ada yang mau duluan. Karena kalau duluan nanti perhitungan politiknya semakin gampang," ujar Hendri.

Baca juga: Anies Baswedan dan AHY Dalam Radar Prabowo Subianto...

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.