Kompas.com - 12/01/2018, 20:09 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tak punya nyali untuk mendorong penuntasan kasus penyerangan terhadap penyidik Novel Baswedan. Pimpinan KPK dianggap tidak peduli dengan kasus yang menimpa Novel.

Hal itu dikatakan pengacara Novel, Muhammad Isnur, dalam konferensi pers di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

"Kami kecam pimpinan KPK. Sudah tahu anak buahnya, penyidik yang  berprestasi diserang, tapi tetap tidak ada ketegasan. Malah klemar-klemer, ewuh pakewuh," kata Isnur.

Menurut Isnur, pimpinan KPK seharusnya menyadari bahwa penyerangan terhadap Novel akibat lemahnya perlindungan. Menurut Isnur, tidak tegasnya pimpinan KPK dalam kasus Novel, dinilai berbahaya bagi penyidik lainnya.

Baca juga : 2017, Tahun Kelam untuk Novel Baswedan dan Pemberantasan Korupsi

Hal serupa yang dialami Novel dikhawatirkan terjadi pada penyidik lain.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia itu mengatakan, pimpinan KPK seharusnya sejak awal mendesak Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Apalagi, melihat kasus tersebut erat korelasinya dengan aktor-aktor politik, penguasa dan penegak hukum. Namun, menurut Isnur, yang terjadi malah seolah-olah pimpinan KPK mengabaikan apa yang dialami Novel.

Baca juga : Ada Operasi Lanjutan, Novel Baswedan Belum Bisa Pulang hingga 2018

"Tiga orang pimpinan KPK sudah janji akan memproses. Tapi sudah sembilan bulan tidak ada apa-apa. Ada kekuatan apa bagi mereka sampai tidak berani minta ke Jokowi untuk membentuk TGPF?" Kata Isnur.

Wajah Novel disiram air keras seusai menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 03/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Penyerangan itu menimbulkan luka parah pada bagian mata Novel. Hingga saat ini, Novel masih menjalani perawatan di Singapura. Namun, sampai sembilan bulan setelah penyerangan terjadi, polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan.

Kompas TV 2 Sketsa dari wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan telah disebar ke seluruh kantor polisi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.