Ada Operasi Lanjutan, Novel Baswedan Belum Bisa Pulang hingga 2018

Kompas.com - 27/12/2017, 15:50 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan usai penyerangan terhadap dirinya, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Dokumentasi KPKPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan usai penyerangan terhadap dirinya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Novel Baswedan, telah menjalani perawatan medis di Singapura selama 257 hari atau sekitar delapan bulan.

Selama itu, Novel Baswedan melakukan rangkaian pengobatan mata yang rusak parah akibat disiram air keras.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, perawatan mata Novel, khususnya mata kirinya, masih belum tuntas. Novel diperkirakan belum dapat kembali ke Tanah Air hingga tahun depan.

"Kemungkinan tahun depan Novel masih terpisah dengan keluarga dan koleganya karena belum dapat kembali ke Indonesia," ujar Febri melalui pesan singkat, Rabu (27/12/2017).

(Baca juga: Awal Februari, Novel Baswedan Akan Jalani Operasi Kornea Artifisial)

Mata kiri Novel mengalami kerusakan hingga 95 persen. Sejak dirawat di rumah sakit di Singapura, ia telah menjalani dua kali operasi.

Operasi pertama untuk memasang jaringan gusi yang akan menutupi bagian putih mata. Karena pertumbuhan belum maksimal, dilakukan operasi kedua.

Juru bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Juru bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).
Febri mengatakan, saat ini pertumbuhan di bagian putih belum maksimal.

"Padahal, bagian ini berfungsi memasok 'makanan' pada bagian hitam mata," kata Febri.

Sementara itu, operasi bagian hitam mata baru dapat dilakukan setelah pertumbuhan bagian putih mata kiri maksimal.

"Diperkirakan masih butuh waktu satu sampai dua bulan lagi sebelum operasi bagian hitam," ujarnya.

(Baca juga: Upaya Polisi yang Belum Juga Mampu Menguak Misteri Penyerangan Novel)

Terkait kasus penyiraman air keras yang ditangani Polda Metro Jaya, KPK belum mendapatkan informasi yang signifikan. Terakhir, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz menunjukkan sketsa baru terduga pelaku penyerangan Novel.

Hingga kini, KPK masih menunggu perkembangan pencarian dua orang dari sketsa tersebut.

"Kami harap pelaku ditemukan dan diproses serta peristiwa penyerangan dapat segera diungkap agar teror, ancaman, dan serangan terhadap pihak-pihak yang memberantas korupsi tidak terjadi lagi ke depan," kata Febri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X