Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fadli Zon Anggap Tak Perlu Ada TPF untuk Kasus Novel Baswedan

Kompas.com - 31/07/2017, 16:22 WIB
Rakhmat Nur Hakim

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menilai tak perlu dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mencari pelaku penyiraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurut dia, saat ini telah dilakukan proses penyelidikan dan menemukan beberapa bukti yang bisa diproses.

"Mestinya ya kalau penyelidikan yang dilakukan itu sudah mengarah siapa yang menjadi pelaku untuk apa ada TPF lagi. Kecuali ada hal yang sudah diketahui tetapi kemudian tidak bisa diteruskan berarti ada hambatan di dalam penegakan hukum," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2017).

 

(Baca: Novel Baswedan Dapat Daftar Penyidik KPK yang Akan Diteror)

Terlebih, lanjut Fadli, saat ini Polsi telah memeriksa beberapa saksi sehingga hasil penyelidikan terus berkembang. TPF, kata Fadi, baru bisa dibentuk ketika ada konflik kepentingan dalam di internal kepolisian yang menghambat proses penyelidikan.

 

Fadli juga menilai penyelesaian kasus penyiraman Novel tergolong lambat bila dibandingkan kasus lainnya yang juga memiliki tingkat kesulitan tinggi seperti terorisme.

"Pihak Polri tentu punya deadline dalam menyelesaikan persoalan ini sehingga kita bisa move on tidak selalu mempertanyakan kenapa ini tidak selesai, kira kira begitu," lanjut Fadli.

Kompas TV KPK Gelar Doa Bersama Untuk Novel Baswedan
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com