Kompas.com - 17/02/2017, 09:20 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Kading di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016) KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRASekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Kading di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com – Partai Kebangkitan Bangsa masih menunggu hasil penghitungan suara resmi KPU Daerah DKI Jakarta, sebelum menentukan siapa yang nantinya akan didukung pada putaran kedua Pilkada DKI.

Selain itu, PKB juga akan membangun komunikasi formal dengan sejumlah pihak sebelum mengambil keputusan.

"Kami masih pelajari dan dengar masukan semua pihak, lalu dibahas dalam partai," kata Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding kepada Kompas.com, Jumat (17/2/2017).

Sementara itu, Wasekjen PKB Daniel Johan mengakui bahwa komunikasi dengan partai politik, baik pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat maupun Anies Baswedan-Sandiaga Uno, telah dilakukan secara informal.

Meski demikian, ia menegaskan, belum ada keputusan final terkait siapa yang nantinya akan diusung PKB di putaran kedua.

"Kami menunggu penetapan KPU. Semua kemungkinan nanti akan dipertimbangan dengan sebaiknya, setelah mendapat masukan dari semua pihak baik hasil komunikasi politik, masukan kyai NU, basis dan struktur PKB," ujarnya.

(Baca juga: Sekjen PKB: Pilkada Bukan Hanya tentang Jakarta)

Di Pilkada DKI Jakarta, PKB diketahui mendukung pasangan calon nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Namun, pasangan itu diketahui mendapat persentase suara paling rendah dibandingkan dua paslon lain berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas, misalnya, menunjukan Agus-Sylvi memperoleh 17,37 persen suara.

Sementara posisi pertama dan kedua masing-masing diduduki oleh pasangan calon Ahok-Djarot 42,87 persen suara. Sedangkan Anies-Sandi dengan perolehan 39,76 persen suara.

Kompas TV Hak masyarakat di tanah air berpesta demokrasi, memilih kepala daerah serentak telah tersalurkan. Namun, prosesnya masih berlangsung dan masih harus dikawal demi lahirnya pemimpin daerah yang berkualitas. Proses rekapitulasi atau penghitungan suara masih terus berlangsung. Di Ibu Kota Jakarta, sampai Kamis (16/2) malam, khusus di wilayah Jakarta Barat, Basuki-Djarot unggul sementara dengan perolehan suara 48,3 persen. Disusul Anies-Sandi 35,6 persen, dan ketiga Agus-Sylvi ketiga 16,2 persen. Seperti apa penghitungan suara di kota-kota lain Jakarta?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.