Jokowi: Persoalan KPK-Polri Tidak Sederhana

Kompas.com - 11/02/2015, 14:41 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (depan, kiri ke kanan) memberikan penjelasan tentang sikap pemerintah terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri, di teras Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1/2015). Presiden meminta institusi Polri dan KPK untuk memastikan proses hukum kasus tersebut harus objektif dan sesuai dengan aturan UU yang berlaku. WARTA KOTA/ALEX SUBANPresiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (depan, kiri ke kanan) memberikan penjelasan tentang sikap pemerintah terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri, di teras Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1/2015). Presiden meminta institusi Polri dan KPK untuk memastikan proses hukum kasus tersebut harus objektif dan sesuai dengan aturan UU yang berlaku.
EditorSandro Gatra


YOGYAKARTA, KOMPAS.com
 — Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa konflik antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan persoalan yang sederhana sehingga membutuhkan waktu untuk menguraikannya.

"Mungkin banyak yang belum tahu bertumpuknya masalah yang harus dihadapi. Masalah itu bertumpuk bukan hanya yang berkaitan dengan politik dan hukum. Ini harus kami urai dan butuh waktu," kata Presiden saat memberikan pidato dalam penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Yogyakarta, Rabu (11/2/2015), seperti dikutip Antara.

Menurut Presiden, jika persoalan yang terkait dengan Polri dan KPK sederhana, maka hal itu kemungkinan dapat diselesaikan dengan cepat. "Kalau (penyebabnya) hanya satu masalah, mungkin bisa (cepat)," kata dia,

Menurut dia, persoalan itu tidak sebanding seperti dalam persoalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November 2014. Dia dapat memutuskan secara cepat sebab pilihannya sudah jelas, yakni untuk dialihkan pada sektor produktif.

Saat ditanya wartawan mengenai target penyelesaian konflik Polri dengan KPK, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjawab akan segera terselesaikan.

"Segera, segera," kata Presiden, singkat.

Presiden sudah bertemu dengan berbagai pihak untuk membahas kisruh antara KPK dan Polri, yang timbul pascalangkahnya dalam mencalonkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai kepala Polri.

Presiden sempat menegaskan akan mengambil keputusan pada pekan ini. Menurut Jokowi, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum dirinya mengambil keputusan final, apakah akan melantik Budi Gunawan sebagai kepala Polri atau tidak. (Baca: Minggu Depan, Jokowi Ambil Keputusan soal Budi Gunawan)

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, sempat menyebut persoalan antara KPK dan Polri tidak sangat rumit dan solusinya sudah tersedia. Ia yakin, Presiden Jokowi bisa mengatasinya. (Baca: Banyak yang Meminta, SBY Tak Mau Bertemu Jokowi Bahas KPK-Polri)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X