Kompas.com - 26/12/2013, 20:35 WIB
Peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, saat bertemu dengan relawan Kompas.com/SABRINA ASRILPeserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan, saat bertemu dengan relawan "Turun Tangan" dalam kampanye 3000 km keliling pulau Jawa di Bandung, Jumat (20/12/2013).
|
EditorHindra Liauw


JAKARTA, KOMPAS.com – Relawan “Turun Tangan” adalah sebutan bagi para pendukung peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan. Mereka sebagian besar berasal dari kalangan anak muda yang tersebar di seluruh Indonesia. Anies bercerita, relawan Turun Tangan adalah kumpulan orang mau ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah.

“Saya tidak mau menjadi pemimpin yang hadir menyelesaikan masalah. Tapi saya mau ajak semuanya untuk turun tangan,” kata Anies dalam perjalanan keliling Pulau Jawa beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masalah bangsa Indonesia saat ini bukanlah banyaknya orang jahat. Melainkan, sebut Anies, terlalu banyak orang baik yang diam dan mendiamkan. Oleh karena itu, Rektor Universitas Paramadina ini mengajak semua kalangan untuk turun tangan.

Gerakan Turun Tangan, demikian slogan doktor lulusan Northern Illinois University, Amerika Serikat ini dalam berkampanye. Saat melakukan pertemuan dengan relawan di berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, Anies berkali-kali mengajak relawan untuk tidak takluk pada politik uang.

“Gerakan turun tangan ini tak bisa dirupiahkan, nol rupiah. Ini adalah wujud dari kepedulian kita semua,” ucap Anies.

Dia mengaku tidak pernah mengajak para relawan memilihnya menjadi presiden. Dia hanya berharap ada kesadaran di masyarakat untuk memunculkan orang baik menjadi pemimpin. Dikatakan Anies, Pemilu 2014 adalah saatnya masyarakat Indonesia menarik orang-orang bermasalah dan memasukkan pemimpin yang berani dan berintegritas.

“Lihat di dapil masing-masing, lihat orang bermasalah dan yang bersih. Datangilah orang bersih itu, dan nyatakan saya akan mendukung, tapi saya tidak mau dibeli. Ini sama dengan konsep relawan Turun Tangan,” imbuh Anies.

“Saya punya harga diri, Anda pun punya harga diri. Kita semua punya harga diri. Jangan sampai harga diri kita ini dirupiahkan. Jika gerakan ini dinominalkan, maka sama saja mengecilkan diri kita. Mari kita jaga sama-sama harga diri ini,” tutur Anies.

Para relawannya, ucap Anies, juga bukanlah bagian dari Indonesia Mengajar, sebuah gerakan guru muda untuk wilayah pedalam yang digagasnya. Ia menegaskan bahwa Indonesia Mengajar adalah hal yang berbeda dengan gerakan Turun Tangan.

“Saya sudah mundur dari Indonesia Mengajar, supaya saya tidak dianggap memanfaatkan tempat itu. Saya memang bukan lembaga negara, tapi saya tidak mau memanfaatkan macam-macam,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Nasional
Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Nasional
Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Nasional
KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

Nasional
3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

Nasional
Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Nasional
Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Nasional
Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Nasional
Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Nasional
Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Nasional
Menkes: Kalau Level PPKM Naik, Otomatis yang Ikut PTM Turun

Menkes: Kalau Level PPKM Naik, Otomatis yang Ikut PTM Turun

Nasional
Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Disebut Terima 21 Kali Transferan Ratusan Juta dalam Korupsi di Ditjen Pajak

Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Disebut Terima 21 Kali Transferan Ratusan Juta dalam Korupsi di Ditjen Pajak

Nasional
Menkes: 854 Pasien Omicron Pernah Dirawat di RS, 461 di Antaranya OTG

Menkes: 854 Pasien Omicron Pernah Dirawat di RS, 461 di Antaranya OTG

Nasional
Menkes Sebut Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron, Ini Pola Penyebarannya...

Menkes Sebut Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron, Ini Pola Penyebarannya...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.