Kompas.com - 26/12/2013, 20:17 WIB
Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan sebagai peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat menyampaikan visi dan misinya di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (15/9/2013) malam. DIAN MAHARANIRektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan sebagai peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat menyampaikan visi dan misinya di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (15/9/2013) malam.
Penulis Hindra Liauw
|
EditorHindra Liauw

“Anda punya harga diri, saya punya harga diri. Maka kalau Anda pilih orang baik, datanglah kepadanya, bantulah, tapi jangan mau Anda dibayar dengan rupiah. Jangan kecilkan diri kita ini dengan rupiah,” kata Anies.

Anies kemudian melepaskan lampion bersama sekitar 100 warga Surabaya yang tengah menikmati malam di Taman Bungkul. “Kami hadir untuk memberi optimisme dan harapan di seluruh penjuru Indonesia, Lampion ini adalah lambang harapan itu masih ada dan kita bisa
melampaui harapan itu. Pelepasan ini adalah simbol lepaskan harapan setinggi-tingginya untuk kemajuan negeri ini,“ kata Anies.

Rembang dan Semarang

Anies kemudian melanjutkan perjalanan ke Rembang, Jawa Tengah. Di Rembang, Anies bertemu dengan Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan, KH. Maimoen Zubair. Anies hanya berbincang santai dengan ulama Rembang itu dan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju rumah pengasuh pondok pesantren Roudlatut Thalibin, Mustofa Bisri (Gus Mus). Gus Mus selain dikenal sebagai pemuka agama, dia juga kerap mengkritik kondisi sosial dan politik tanah Air dengan syair dan lukisan.

Di sini Anies didaulat Gus Mus untuk membaca sebuah puisi berjudul “Negeri Sulapan”. Puisi itu bercerita tentang sebuah negeri kaya dan makmur tetapi penduduknya miskin. Di sini pula, Gus Mus bercerita kepada wartawan soal masalah korupsi yang menggerogoti bangsa.

Dia menyebut korupsi adalah peninggalan Orde Baru yang membuat masyarakat terlalu cinta akan materi. Dia berpendapat, Indonesia memerlukan pemimpin muda yang tegas dan berani untuk menyelesaikan masalah bangsa. Anies, sebutnya, adalah salah satu perwakilan dari tokoh muda. “Kalau yang tua, sudah loyo semua,” seloroh Gus Mus.

Setelah bertemu dengan tokoh-tokoh Islam di Rembang, Anies kemudian bertolak ke Semarang. Di sana, Anies kembali bertemu dengan para relawan yang sebagian besar adalah anak muda. Setelah berdialog selama satu jam.

Pekalongan

Pekalongan adalah kota terakhir yang dikunjungi Anies sebelum akhirnya kembali ke Jakarta. Di sana, Anies bertemu dengan Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad, yang merupakan kader Partai Golkar. Di dalam jamuan makan malam di rumah dinas Basyir, Anies memuji Basyir sebagai salah satu kepala daerah bagus yang jarang disorot kamera.

Di tengah kesibukannya menjadi wali kota, Basyir masih membuka praktik sebagai dokter di malam hari usai menjalankan tugas. Oleh karena itu, pertemuan Anies dengan Basyir pun baru bisa dilakukan pada pukul 21.00 WIB. Basyir pun memuji Anies sebagai capres potensial yang bersih dan menyatakan dukungannya untuk Anies.

Setelah bertemu Basyir, Anies kemudian bertemu dengan komunitas Goedang Djadoel. Anies bertemu dengan para orang tua yang kebanyakan adalah pengusaha batik yang membuat kelompok kajian budaya dan sosial. Pertanyaan seputar alasan Anies masuk ke dunia politik melalui Partai Demokrat pun kembali mengemuka. Anies kembali menjelaskan alasan yang sama soal pola pemikiran masyarakat yang kini justru membiarkan orang bermasalah masuk partai.

“Kalau saya mau populer, saya bisa saja tidak ikut konvensi dan menolaknya. Tapi ini panggilan tanggung jawab saya untuk bangsa ini, kalau saya menolak berarti saya tidak mau turun tangan. Akhirnya, saya memilih turun tangan dan berbuat sesuatu untuk bangsa ini,” kata Anies.

****

Setelah menempuh 3.000 kilometer perjalanan darat berkeliling Pulau Jawa, Anies akhirnya kembali  pulang ke Jakarta. Sekembalinya ke Ibu Kota, Anies mengaku sangat terkesan dengan  perjalanannya kali ini. Hanya bermodalkan dua buah bus, tanpa sekali pun menginap di hotel, Anies merasakan realitas yang ada di tengah masyarakat.

“Saya rasa saya akan pakai moda transportasi sederhana ke depan. Semakin sederhana, saya akan semakin merasakan realitas yang ada di masyarakat,” tutur Anies. Selanjutnya, Anies berencana melakukan perjalanan lewat laut dan darat ke Indonesia bagian Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

40 Petani di Bengkulu Ditangkap, Walhi: Tidak Ada Keseriusan Pemerintah Bereskan Konflik Agraria

40 Petani di Bengkulu Ditangkap, Walhi: Tidak Ada Keseriusan Pemerintah Bereskan Konflik Agraria

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Tak Wajibkan Tes PCR-Antigen dengan Syarat | UAS Dilarang Masuk Singapura

[POPULER NASIONAL] Jokowi Tak Wajibkan Tes PCR-Antigen dengan Syarat | UAS Dilarang Masuk Singapura

Nasional
Mengenal 'Not to Land' yang Dikenakan Singapura ke UAS, Apa Bedanya dengan Deportasi?

Mengenal "Not to Land" yang Dikenakan Singapura ke UAS, Apa Bedanya dengan Deportasi?

Nasional
IDI: Pemakaian Masker di Ruang Tertutup Masih Perlu

IDI: Pemakaian Masker di Ruang Tertutup Masih Perlu

Nasional
Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Ekspor CPO Minyak Goreng

Profil Lin Che Wei, Tersangka Baru Kasus Ekspor CPO Minyak Goreng

Nasional
MUI: Jemaah yang Sehat Boleh Lepas Masker Saat Shalat Berjemaah

MUI: Jemaah yang Sehat Boleh Lepas Masker Saat Shalat Berjemaah

Nasional
Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Illegal Fishing: Pengertian, Bentuk dan Aturan Hukumnya

Nasional
Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Upaya Pemerintah Mengatasi Illegal Fishing

Nasional
Persoalkan Konten Ceramah Agama, Pemerintah Singapura Larang UAS Masuk Negaranya

Persoalkan Konten Ceramah Agama, Pemerintah Singapura Larang UAS Masuk Negaranya

Nasional
Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Kolonel Priyanto Minta Bebas, Oditur Tetap Tuntut Penjara Seumur Hidup

Nasional
Alasan Kemendagri Singapura Tolak Uas Masuk

Alasan Kemendagri Singapura Tolak Uas Masuk

Nasional
Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jampidsus: Lin Che Wei Punya Hubungan dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Nasional
Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Update 17 Mei: Sebaran 247 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Sumbang 74

Nasional
Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasdem Belum Jalin Komunikasi Serius dengan Anies maupun Ridwan Kamil

Nasional
IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

IDI Sebut Keputusan Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka Sudah Tepat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.