Kompas.com - 27/06/2013, 18:51 WIB
Penyidik KPK membawa sejumlah barang dari penggeledahan yang dilakukan di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6/2013), terkait kasus Bank Century. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPenyidik KPK membawa sejumlah barang dari penggeledahan yang dilakukan di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6/2013), terkait kasus Bank Century.
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penyidik KPK menyita sejumlah dokumen seusai penggeledahan kantor Bank Indonesia terkait kasus Century selama lebih kurang 20 jam, sejak Selasa (25/6/2013) hingga Rabu (26/6/2013). Banyaknya dokumen yang disita KPK tersebut kira-kira mencapai 20-an kardus mi instan atau sebanyak tiga mobil Kijang.

"Penyidik menemukan dokumen-dokumen berjumlah, kalau dimasukkan kardus mi instan itu lebih dari 20, kalau di mobil Kijang, ada tiga mobil," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Menurut Johan, dokumen-dokumen yang disita penyidik tersebut diduga berkaitan dengan tersangka kasus dugaan korupsi bail out Bank Century, Budi Mulya. Ada juga dokumen yang berkaitan dengan kewenangan dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century.

"Tentu penyidik selanjutnya akan melakukan penelitian, validasi dokumen, sejauh mana bisa membuat terang kasus Century," ungkap Johan.

Penggeledahan KPK di kantor BI dilakukan 20 lebih penyidik. Johan mengatakan, ada enam ruangan yang digeledah, yakni satu ruangan di Direktorat Pengawasan Bank I, dua ruangan di Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas, dua ruangan di Direktorat Kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta satu ruangan di Direktorat Hukum Bank Indonesia.  Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari bukti tambahan dalam melengkapi berkas tersangka Budi Mulya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, hasil penggeledahan di kantor BI tersebut sangat berguna bagi KPK untuk mengungkap kasus Century. Bambang juga mengapresiasi pihak BI yang mampu bekerja sama sehingga penggeledahan berjalan lancar.

Penggeledahan ini pertama kali dilakukan KPK terkait penyidikan kasus Century. Dalam kasus dugaan korupsi bail out Bank Century, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka atas dugaan menyalahgunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan kerugian negara. Saat menjabat sebagai Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia, Budi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP untuk Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Indonesia Terima 1,5 Juta Vaksin Moderna dari Pemerintah AS

    Indonesia Terima 1,5 Juta Vaksin Moderna dari Pemerintah AS

    Nasional
    Wapres Ma'ruf Tiba di KPK Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia

    Wapres Ma'ruf Tiba di KPK Hadiri Acara Hari Antikorupsi Sedunia

    Nasional
    Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Identik dengan Penangkapan, Pencegahan Lebih Fundamental

    Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Identik dengan Penangkapan, Pencegahan Lebih Fundamental

    Nasional
    Jokowi Ingin UU Perampasan Aset Tindak Pidana Rampung 2022

    Jokowi Ingin UU Perampasan Aset Tindak Pidana Rampung 2022

    Nasional
    Buka Bali Democracy Forum ke-14, Menlu Sebut Kondisi Global Sudah Mulai Pulih dari Pandemi

    Buka Bali Democracy Forum ke-14, Menlu Sebut Kondisi Global Sudah Mulai Pulih dari Pandemi

    Nasional
    Heboh soal Varian Omicron di Kabupaten Bekasi, Pengamat: Sebaiknya Informasi Satu Pintu

    Heboh soal Varian Omicron di Kabupaten Bekasi, Pengamat: Sebaiknya Informasi Satu Pintu

    Nasional
    Jokowi: KPK Jangan Cepat Berpuas Diri

    Jokowi: KPK Jangan Cepat Berpuas Diri

    Nasional
    ICW: Presiden Gagal Menjadi Panglima Pemberantasan Korupsi

    ICW: Presiden Gagal Menjadi Panglima Pemberantasan Korupsi

    Nasional
    Jokowi: Indeks Persepsi Korupsi Kita Rangking 102, Perlu Diperbaiki

    Jokowi: Indeks Persepsi Korupsi Kita Rangking 102, Perlu Diperbaiki

    Nasional
    LPSK Minta Ridwan Kamil Perhatikan Kelanjutan Pendidikan Korban Perkosaan Guru Pesantren

    LPSK Minta Ridwan Kamil Perhatikan Kelanjutan Pendidikan Korban Perkosaan Guru Pesantren

    Nasional
    Hakordia, Pemberantasan Korupsi Dinilai Kian Dekati Titik Nadir

    Hakordia, Pemberantasan Korupsi Dinilai Kian Dekati Titik Nadir

    Nasional
    Terima Audiensi Ketum PKP, Ma'ruf Amin Tegaskan Pentingnya Dukungan Parpol

    Terima Audiensi Ketum PKP, Ma'ruf Amin Tegaskan Pentingnya Dukungan Parpol

    Nasional
    Hari Antikorupsi, Firli Klaim KPK Kembalikan Kerugian Negara Rp 2,6 Triliun pada 2021

    Hari Antikorupsi, Firli Klaim KPK Kembalikan Kerugian Negara Rp 2,6 Triliun pada 2021

    Nasional
    Jokowi Harap Penindakan Korupsi Tak Hanya Menyasar Peristiwa Hukum yang Heboh

    Jokowi Harap Penindakan Korupsi Tak Hanya Menyasar Peristiwa Hukum yang Heboh

    Nasional
    Tes Daya Tahan, Ranpur Anoa-2 6x6 Jalani Uji Ledakan Ranjau 8 Kilogram

    Tes Daya Tahan, Ranpur Anoa-2 6x6 Jalani Uji Ledakan Ranjau 8 Kilogram

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.