Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tunggul Tobing
VP Finance Terrestrial Energy

Tunggul Tobing adalah seorang praktisi keuangan di industri nuklir dan tinggal di Toronto, Kanada. Ia lulus dari Universitas Sumatera Utara, memiliki sertifikasi CPA dari Kanada, dan saat ini menjabat sebagai Presiden Indonesian Diaspora Network Canada Chapter.

Gagasan Overseas Citizenship Indonesia: Visa Seumur Hidup bagi Diaspora

Kompas.com - 29/06/2024, 08:21 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PEMERINTAH Indonesia terinspirasi keberhasilan India menarik talenta lokal yang telah pindah ke luar negeri.

Peraturan dirancang untuk menarik kembali diaspora Indonesia ke Tanah Air sebagai penduduk tetap tanpa harus melepaskan kewarganegaraan mereka saat ini.

Dalam artikel ini, kelompok diaspora tersebut akan disebut sebagai Overseas Citizenship Indonesia (OCI), hingga terbitnya istilah resmi yang dipergunakan dalam peraturan ini.

Pemerintah berencana memberikan hak yang sama kepada OCI seperti warga negara Indonesia, kecuali hak politik dan hak bekerja sebagai aparatur negara, sebagaimana dijelaskan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, Yasonna Laoly, dalam pertemuan dengan diaspora Indonesia di Washington DC pada 30 Mei 2024.

Peraturan ini mencerminkan upaya strategis untuk menarik kembali talenta luar negeri ke Indonesia, dengan memanfaatkan keterampilan dan potensi ekonomi mereka, dan menjaga hubungan budaya tanpa kerumitan kewarganegaraan ganda.

Rancangan peraturan ini terinspirasi dari skema Kewarganegaraan India di luar negeri atau “Overseas Citizenship of India”, yang memungkinkan individu asal India dan pasangan mereka menjadi penduduk tetap di India dengan hak untuk tinggal dan bekerja tanpa batas waktu.

Dalam era keterhubungan global saat ini, konsep kebangsaan dan kewarganegaraan telah berkembang untuk mengakomodasi kebutuhan diaspora sebagai bagian dari warga global.

Bagi Indonesia, berinteraksi secara efektif dengan diaspora tersebar di seluruh dunia menghadirkan tantangan dan peluang strategis untuk pembangunan nasional.

Meskipun kewarganegaraan ganda mungkin menarik pada awalnya, implementasinya menimbulkan tantangan signifikan bagi Indonesia, mengingat prinsip kewarganegaraan tunggal yang melekat dalam hukum negara ini.

Oleh karena itu, OCI dianggap sebagai alternatif yang lebih sesuai.

Sebagian kalangan menilai pilihan pemerintah untuk menerapkan OCI daripada dwi kewarganegaraan sebagai tindakan yang menunjukkan ketidakpercayaan terhadap diaspora dan sebagai suatu hal yang mengingkari hak asasi manusia.

Namun, skema OCI yang memberikan hak tinggal dan kerja jangka panjang akan memperkuat hubungan diaspora dengan Indonesia, menjadikannya lebih kuat dan aktif.

Argumen lain untuk kewarganegaraan ganda adalah bahwa hal ini penting untuk menjaga hubungan budaya dan emosional yang kuat dengan Indonesia.

Namun, skema OCI akan memastikan interaksi ini dengan memungkinkan anggota diaspora untuk tinggal, bekerja, dan berinvestasi di Indonesia tanpa batas waktu, sehingga identitas budaya mereka tetap terjaga sambil berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Manfaat ekonomi dari diaspora juga menjadi titik perdebatan, karena sebagian orang percaya bahwa manfaat tersebut bergantung pada ekosistem regulasi dan ekonomi Indonesia.

OCI mungkin akan mengharuskan pemegangnya untuk memberikan kontribusi ekonomi melalui investasi dalam sektor-sektor strategis yang langsung menguntungkan ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, menjadikannya sebagai saluran langsung untuk menyuntikkan sumber daya keuangan dari orang Indonesia di luar negeri ke dalam ekonomi Indonesia.

Pendekatan yang terarah ini dapat mendanai proyek-proyek nasional yang penting tanpa membebani anggaran negara.

Keadilan dan inklusivitas juga menjadi perhatian, terutama untuk anak-anak dari pernikahan campuran.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik Terbesar Se-Asia Tenggara di Karawang

Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik Terbesar Se-Asia Tenggara di Karawang

Nasional
Stranas PK Sebut Masih Ada Pungli di Pelabuhan, tapi Ongkos Logistik Berhasil Ditekan

Stranas PK Sebut Masih Ada Pungli di Pelabuhan, tapi Ongkos Logistik Berhasil Ditekan

Nasional
Imbas Kematian Afif Maulana, Kapolri Didesak Copot Kapolda Sumbar

Imbas Kematian Afif Maulana, Kapolri Didesak Copot Kapolda Sumbar

Nasional
Kemunduran Pembangunan Manusia Negara Berkembang

Kemunduran Pembangunan Manusia Negara Berkembang

Nasional
Identitas Anggota DPR Pemain Judi Online Harus Dibuka

Identitas Anggota DPR Pemain Judi Online Harus Dibuka

Nasional
Kumpulkan Menteri, Jokowi Minta Sengkarut Harga Obat Mahal Diselesaikan!

Kumpulkan Menteri, Jokowi Minta Sengkarut Harga Obat Mahal Diselesaikan!

Nasional
Jejak Kasus Pelanggaran Hasyim Asy'ari: Nyaris Setiap Bulan Diperingatkan DKPP

Jejak Kasus Pelanggaran Hasyim Asy'ari: Nyaris Setiap Bulan Diperingatkan DKPP

Nasional
Loyalitas Ganda Pegawai KPK Hambat Kerja Pemberantasan Korupsi

Loyalitas Ganda Pegawai KPK Hambat Kerja Pemberantasan Korupsi

Nasional
Gibran Blusukan ke Pasar Manggis Jaksel, Minta Warga Tak Acungkan 2 Jari

Gibran Blusukan ke Pasar Manggis Jaksel, Minta Warga Tak Acungkan 2 Jari

Nasional
Babak Baru Kasus Tewasnya Afif Maulana: Keluarga Dorong Ekshumasi Ulang, Kapolri Beri Atensi

Babak Baru Kasus Tewasnya Afif Maulana: Keluarga Dorong Ekshumasi Ulang, Kapolri Beri Atensi

Nasional
Hari Ini, DKPP Putus Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU

Hari Ini, DKPP Putus Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU

Nasional
LBH Padang Duga Ada 'Obstruction of Justice' dalam Kasus Kematian Afif Maulana

LBH Padang Duga Ada "Obstruction of Justice" dalam Kasus Kematian Afif Maulana

Nasional
PKS Tegaskan Usulan Cawagub Anies Tak Bisa Berubah, Sohibul Disebut Bukan Kader Ecek-ecek

PKS Tegaskan Usulan Cawagub Anies Tak Bisa Berubah, Sohibul Disebut Bukan Kader Ecek-ecek

Nasional
Polri dan Kejagung Kompak Bantah KPK, Sebut Tak Ada Masalah Koordinasi

Polri dan Kejagung Kompak Bantah KPK, Sebut Tak Ada Masalah Koordinasi

Nasional
Kemenperin Klarifikasi soal Bea Masuk Impor 200 Persen Produk China

Kemenperin Klarifikasi soal Bea Masuk Impor 200 Persen Produk China

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com