Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Indonesian Insight Kompas
Kelindan arsip, data, analisis, dan peristiwa

Arsip Kompas berkelindan dengan olah data, analisis, dan atau peristiwa kenyataan hari ini membangun sebuah cerita. Masa lalu dan masa kini tak pernah benar-benar terputus. Ikhtiar Kompas.com menyongsong masa depan berbekal catatan hingga hari ini, termasuk dari kekayaan Arsip Kompas.

Ketika Partai Politik Masih Tak Lebih dari "Idol Club"...

Kompas.com - 26/02/2023, 22:31 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

"Dia kuat didukung di level voters tetapi tidak di lingkaran elite (partainya)," sebut Dian.

Lalu, Anies Baswedan, menurut Dian sudah tak lagi punya mesin kekuasaan selepas jabatannya usai sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia juga tidak cukup memiliki mesin opini, termasuk ketiadaan basis partai politik organik.

"Anies harus bisa melakukan akrobat politik. Tujuannya agar mendapat public expose dari media massa," ujar Dian.

Cara akrobat itu, sebut Dian, termasuk kabar pinangan partai politik dan pendeklarasian dirinya menjadi bakal calon presiden yang diusung partai tertentu. 

Baca juga: Hormati Sikap Demokrat yang Tak Deklarasikan Anies Seperti PKS, Nasdem: Cara Apa Pun Bagus Semua

Berikutnya, Prabowo Subianto, sebenarnya punya mesin kekuasaan, mesin politik, dan mesin opini. Dia adalah Menteri Pertahanan, Ketua Umum Partai Gerindra, dan opini bisa dikapitalisasi dari kedua jabatan tersebut.

Meski begitu, tren elektabilitas Prabowo cenderung menurun terkait pencalonan kontestasi presiden, berbanding terbalik dengan masa awal proses pencalonan. Walaupun, kata Dian, elektabilitas masih bisa rebound ketika tahapan kampanye calon presiden sudah dimulai, bila memang dia kembali maju menjadi calon presiden untuk kali kesekian.

Bagi tiga besar kandidat berdasarkan survei Litbang Kompas ini, basis pemilih kuat sudah bisa dipetakan. Namun, angka-angkanya baru akan semakin terkonsolidasi setelah ada pasangan bagi pencalonan mereka, bila benar mereka yang akan diusung dalam kontestasi presiden.

"Elektabilitas ketiganya akan terkoreksi atau naik ketika sudah masuk tahapan disahkan menjadi peserta pemilu lalu saat memiliki pasangan dalam pencalonan," tegas Dian.

Baca juga: Nasib Rakyat, Dipaksa Menonton Drama Kemalasan Partai Politik

Pertanyaannya kemudian, apakah mereka benar-benar akan diusung menjadi bakal calon presiden atau bakal calon wakil presiden?

Bagi partai politik, selama tidak ada perubahan signifikan dalam paradigma perpartaian politik nasional, kandidat di Pemilu Presiden juga berkorelasi dengan perolehan suara untuk kursi parlemen.

Di luar tiga besar kandidat ini masih ada nama-nama lain yang disebut dan mungkin saja benar-benar siap bertarung pula menjadi bakal calon presiden atau bakal calon wakil presiden.

Sebut saja di antaranya ada Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar, dan Airlanga Hartarto. 

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Ganjar, Sandiaga, dan Ridwan Kamil Tiga Teratas di Bursa Cawapres Anies

Kecuali, partai politik mau dan benar-benar bergerak memikirkan langkah antisipatif di luar kebergantungan pada "idol club" untuk mendulang suara. 

"Terutama bagi PDI-P, Gerindra, dan Nasdem yang tengah memasuki estafet kepemimpinan," sebut Dian. 

Dian menyarankan perlunya ide original berdasarkan DNA partai sebagai langkah antisipatif itu. Bila ini bisa terwujud, dia berkeyakinan partai politik juga tidak akan mengalami stall—meminjam istilah di penerbangan—ketika terjadi turbulence pergantian tokoh sentralnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Di APEC, Mendag Zulhas Ajak Jepang Perkuat Industri Mobil Listrik di Indonesia

Di APEC, Mendag Zulhas Ajak Jepang Perkuat Industri Mobil Listrik di Indonesia

Nasional
Biaya UKT Naik, Pengamat Singgung Bantuan Pendidikan Tinggi Lebih Kecil dari Bansos

Biaya UKT Naik, Pengamat Singgung Bantuan Pendidikan Tinggi Lebih Kecil dari Bansos

Nasional
Penuhi Kebutuhan Daging Sapi Nasional, Mendag Zulhas Dorong Kerja Sama dengan Selandia Baru

Penuhi Kebutuhan Daging Sapi Nasional, Mendag Zulhas Dorong Kerja Sama dengan Selandia Baru

Nasional
UKT Naik, Pengamat: Jangan Sampai Mahasiswa Demo di Mana-mana, Pemerintah Diam Saja

UKT Naik, Pengamat: Jangan Sampai Mahasiswa Demo di Mana-mana, Pemerintah Diam Saja

Nasional
Profil Mayjen Dian Andriani, Jenderal Bintang 2 Perempuan Pertama TNI AD

Profil Mayjen Dian Andriani, Jenderal Bintang 2 Perempuan Pertama TNI AD

Nasional
Status Gunung Ibu di Halmahera Meningkat, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 7 Kilometer

Status Gunung Ibu di Halmahera Meningkat, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 7 Kilometer

Nasional
Anies Mau Istirahat Usai Pilpres, Refly Harun: Masak Pemimpin Perubahan Rehat

Anies Mau Istirahat Usai Pilpres, Refly Harun: Masak Pemimpin Perubahan Rehat

Nasional
Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Nasional
Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Nasional
Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Nasional
[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | 'Crazy Rich' di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | "Crazy Rich" di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com