Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Mustakim
Jurnalis

Eksekutif Produser program talkshow Satu Meja The Forum dan Dua Arah Kompas TV

Nasib Eliezer di Polri

Kompas.com - 22/02/2023, 12:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

RICHARD Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E divonis 1 tahun 6 bulan penjara terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Vonis ringan ini memunculkan harapan Bharada E bisa kembali mengabdi di Polri.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sudah memutus perkara kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Semua terdakwa yang terlibat dalam kasus ini mulai dari Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf dan Richard Eliezer sudah mendapatkan hukuman sesuai peran dan kadar kesalahan.

Dari semua terdakwa, Eliezer mendapatkan hukuman yang paling ringan. Pria yang akrab dipanggil Icad ini hanya dihukum 1 tahun 6 bulan penjara.

Statusnya sebagai ‘justice collaborator’ dan dukungan yang besar dari masyarakat membuat majelis hakim menimbang untuk meringankan hukuman.

Kembali ke Polri

Keluarga berharap Eliezer bisa kembali menjadi anggota Polri. Karena menjadi polisi adalah mimpi Eliezer sejak lama sekali.

Melalui kuasa hukumnya, Eliezer juga berharap bisa kembali mengabdi di Polri, khususnya di Korps Brigade Mobil (Brimob).

Di atas kertas, hingga saat ini Eliezer memang masih tercatat sebagai anggota Polri. Namun, sejak tersandung kasus pembunuhan terhadap Yosua, Eliezer dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Keinginan Eliezer untuk bisa bertahan di Kepolisian sebenarnya sudah lama disampaikan. Di depan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Eliezer memohon agar ia tidak dipecat.

Hal itu disampaikan Eliezer sebelum ia membuka ‘kotak pandora’ kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Kapolri sejauh ini juga tak menutup pintu bagi Eliezer untuk kembali. Di beberapa kesempatan Kapolri mengatakan, sidang komisi kode etik Polri (KKEP) yang akan menentukan dan memutuskan apakah Eliezer bisa kembali bertugas di Polri atau tidak.

Putusan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan akan menjadi bahan pertimbangan KKEP untuk menentukan karir Eliezer di Kepolisian.

Menurut Kapolri, semua pertimbangan hakim akan menjadi catatan bagi Polri dalam mempertimbangkan apakah akan menerima Eliezer kembali.

Merujuk Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 tahun 2011 yang direvisi menjadi Perkap Nomor 7/2022, disebutkan bahwa sanksi berat PTDH bisa diberlakukan untuk personel Polri yang mendapatkan ancaman hukuman pidana tahanan 5 tahun, dan divonis 3 tahun yang sudah berketetapan hukum atau inkrah.

Jika merujuk aturan itu, ada peluang Eliezer bisa kembali aktif sebagai anggota Polri.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 23 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 23 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Gubernur BI Klaim Pelemahan Rupiah Masih Baik, Ke Depan Akan Menguat

Gubernur BI Klaim Pelemahan Rupiah Masih Baik, Ke Depan Akan Menguat

Nasional
Jamdatun Feri Wibisono Ditunjuk Jadi Wakil Jaksa Agung

Jamdatun Feri Wibisono Ditunjuk Jadi Wakil Jaksa Agung

Nasional
Sri Mulyani Mulai Mulai Hitung-hitung Anggaran Pemerintahan Prabowo

Sri Mulyani Mulai Mulai Hitung-hitung Anggaran Pemerintahan Prabowo

Nasional
Hapus 2 DPO Kasus 'Vina Cirebon', Polri Akui Tak Punya Bukti Kuat

Hapus 2 DPO Kasus "Vina Cirebon", Polri Akui Tak Punya Bukti Kuat

Nasional
Tak Hadiri Panggilan MKD, Bamsoet Sebut Undangan Diterima Mendadak

Tak Hadiri Panggilan MKD, Bamsoet Sebut Undangan Diterima Mendadak

Nasional
Proyeksi Sri Mulyani untuk Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II: Masih Terjaga seperti Kuartal I

Proyeksi Sri Mulyani untuk Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II: Masih Terjaga seperti Kuartal I

Nasional
Psikolog Forensik Sebut Ada Perbedaan Laporan Iptu Rudiana dengan Hasil Otopsi soal Kematian Vina dan Eky

Psikolog Forensik Sebut Ada Perbedaan Laporan Iptu Rudiana dengan Hasil Otopsi soal Kematian Vina dan Eky

Nasional
Usai Rapat dengan Jokowi, Gubernur BI Jamin Rupiah Akan Menguat

Usai Rapat dengan Jokowi, Gubernur BI Jamin Rupiah Akan Menguat

Nasional
Hasil Pertemuan Prabowo dengan Ketum Parpol KIM Tak Akan Dilaporkan ke Jokowi

Hasil Pertemuan Prabowo dengan Ketum Parpol KIM Tak Akan Dilaporkan ke Jokowi

Nasional
Dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama, Prabowo: Terima Kasih Kapolri, Kehormatan bagi Saya

Dianugerahi Bintang Bhayangkara Utama, Prabowo: Terima Kasih Kapolri, Kehormatan bagi Saya

Nasional
PDI-P Lirik Susi Pudjiastuti Maju Pilkada Jabar, Airlangga: Bagus untuk Pandeglang

PDI-P Lirik Susi Pudjiastuti Maju Pilkada Jabar, Airlangga: Bagus untuk Pandeglang

Nasional
Jokowi Absen dalam Sidang Gugatan Bintang Empat Prabowo di PTUN

Jokowi Absen dalam Sidang Gugatan Bintang Empat Prabowo di PTUN

Nasional
Mendagri Minta Pj Kepala Daerah Mundur jika Ikut Pilkada atau Diberhentikan

Mendagri Minta Pj Kepala Daerah Mundur jika Ikut Pilkada atau Diberhentikan

Nasional
Imigrasi Berupaya Pulihkan Layanan Pakai 'Back Up' PDN Kominfo di Batam

Imigrasi Berupaya Pulihkan Layanan Pakai "Back Up" PDN Kominfo di Batam

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com