JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordonator Bidang Pembagunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan diantisipasi oleh seluruh kementerian dan lembaga.
Tujuannya untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.
"Periode Nataru akan diantisipasi oleh seluruh kementerian dan lembaga. Terkait dengan meng-update aturan-aturan yang diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19 dan penyebarannya," ujar Muhadjir dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/11/2021)0
"Di mana aturan tersebut adalah mengenai pergerakan orang, lokasi wisata, pertokoan, tempat peribadatan dan lain-lainnya," lanjutnya.
Baca juga: Alasan Cuti Bersama Natal 2021 Ditiadakan, untuk Cegah Gelombang Ketiga Covid-19?
Menurut Muhadjir, langkah-langkah di atas diperkuat dengan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan serta testing, tracing dan treatment (3T).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta Muhadjir Effendy menjadi koordinator untuk memastikan pada periode Natal-Tahun Baru dan awal 2022 tak terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Dalam hal ini, Kemenkes selaku kementerian terkait akan menindaklanjuti tadi yang disampaikan Muhadjir mengenai protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi.
"Prokes ini memang menjadi penting karena mumpung (Covid-19) Indonesia sedang turun sekarang. Kita ingin memastikan implementasi protokol kesehatan bisa kita lakukan sebaik-baiknya agar tidak terjadi lonjakan lagi. Terutama nanti menghadapi Nataru," tegas Budi.
Baca juga: Cuti Bersama Natal 2021 Dihapus, Efektifkah Cegah Gelombang Ketiga Covid-19?
Dia menambahkan, Kemenkes saat ini sedang berjuang mempertahankan kondisi pandemi yang terkendali.
Pasalnya pada 2022 nanti sejumlah ajang internasional akan digelar di Indonesia, seperti pertemuan G20 dan KTT Iklim PBB.
"Kami sendiri terus mati-matian mempertahankan ini," tutur Budi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.