Cak Nanto Minta Jokowi Belajar dari Gus Dur

Kompas.com - 21/07/2021, 18:18 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, di Jakarta, Kamis (6/12/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto, di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Soeharto berkuasa 32 tahun.

“Demokrasi mati. Fundamental ekonomi rapuh. Oligarki dan KKN tumbuh subur. Mereka yang kaya adalah yang ada di lingkaran Pak Harto,” ucapnya.

“Pada gilirannya mereka yang mendorong Pak Harto terus berkuasa, mereka pula yang akhirnya menjatuhkannya,” ungkap Cak Nanto.

“Pada lembar sejarah lain, ada pendidikan tertinggi nilai demokrasi yang dicontohkan oleh seorang Gus Dur,” kata Cak Nanto penuh khidmat dan hormat.

Dengan kalimat indah ia berkata, “Bagaimana seorang presiden keluar dari istana dengan celana pendek untuk menjadi rakyat biasa.”

“Seorang egaliter yang legowo dan menempatkan konstitusi di atas hasrat diri. Bahkan ketika tuduhan terhadap beliau akhirnya menjadi fitnah belaka. Beliau tidak pernah menyalahkan siapa-siapa. Santai saja, tidak demo bawa massa.”

“Pendidikan politik ala Gus Dur ini memberi kita contoh bahwa seorang negarawan itu harus siap menerima dan melepaskan apa pun yang terjadi. Hukum dan undang-undang tetap ditempatkan secara terhormat sebagai sumber penyelesaian masalah politik.”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sama dengan sekarang era Jokowi. Ada yang mengatakan lebih baik Jokowi daripada yang lain. Itu kata Cak Nanto.

“Yang menginginkan Jokowi terus lanjut periode ketiga adalah mereka yang ada di lingkaran kekuasaannya. Jokowi menolak, tapi mereka terus berwacana. Mengapa? Karena pendidikan politik ala Soeharto lebih populer ketimbang pendidikan politik ala Gus Dur. Wallahualam Bissawab,” tegas Cak Nanto.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengaku 4 Kali Daftar Calon Hakim Agung, Suharto Ingin Jadi 'Koki' MA

Mengaku 4 Kali Daftar Calon Hakim Agung, Suharto Ingin Jadi "Koki" MA

Nasional
Kasus Covid-19 Turun, Luhut: Presiden Ingatkan Kita Semua agar Waspada

Kasus Covid-19 Turun, Luhut: Presiden Ingatkan Kita Semua agar Waspada

Nasional
Selama PPKM Pekan Ini, Hanya 4 Pos Lintas Batas yang Dibuka untuk Akses Masuk RI

Selama PPKM Pekan Ini, Hanya 4 Pos Lintas Batas yang Dibuka untuk Akses Masuk RI

Nasional
Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Ibu Mertua SBY

Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Ibu Mertua SBY

Nasional
Anies Baswedan Pastikan Hadiri Panggilan KPK Terkait Kasus Munjul

Anies Baswedan Pastikan Hadiri Panggilan KPK Terkait Kasus Munjul

Nasional
Hakim Sebut Azis Syamsuddin Tahu Stepanus Robin Minta Uang pada M Syahrial

Hakim Sebut Azis Syamsuddin Tahu Stepanus Robin Minta Uang pada M Syahrial

Nasional
Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

Nasional
Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Nasional
Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Nasional
Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Nasional
Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Nasional
Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Nasional
Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Nasional
Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Batasi Akses Masuk ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Batasi Akses Masuk ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.