Tempat Wisata Ramai Pengunjung, Menko Perekonomian: Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Kompas.com - 15/05/2021, 13:15 WIB
Pengunjung yang hendak masuk ke Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, Jumat (14/5/2021). Foto diambil di Pintu Barat Ancol. KOMPAS.COM/ IRA GITAPengunjung yang hendak masuk ke Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, Jumat (14/5/2021). Foto diambil di Pintu Barat Ancol.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, tempat-tempat publik diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan (prokes).

Hal itu, ia katakan saat merespons pertanyaan terkait adanya larangan mudik Lebaran 2021 namun tempat wisata ramai dengan pengunjung.

"Jadi sebetulnya pemerintah sudah jelas (pemerintah) mengatur, dalam PPKM mikro bahwa tempat-tempat publik itu diwajibkan untuk mengikuti prokes," kata Airlangga dalam diskusi yang disiarkan di YouTube resmI BNPB, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Polri Perpanjang Sanksi Putar Balik Kendaraan Selama Larangan Mudik hingga 24 Mei

Airlangga mengatakan, sebetulnya tempat publik sudah diatur diperbolehkan beroperasi namun dengan kapasitas 50 persen.

Namun, pengaturan dan pengawasannya harus dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) masing-masing.

"Ini yang pengaturan teknis dari masing-masing pemda bisa mengatur namun catatan dari seluruh regulasi yang dibuat dalam PPKM mikro adalah menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuti tangan," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari Kompas.id, hari kedua Lebaran 2021, tempat wisata di DKI Jakarta tetap ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Tempat wisata yang dikunjungi antara lain Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol yang dipenuhi warga yang berlibur dengan KTP DKI Jakarta.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Akses Tempat Wisata

Hingga Jumat (14/5/2021) pukul 14.00, Taman Margasatwa Ragunan tercatat dikunjungi 17.845 pengunjung. Jumlah itu masih di bawah kuota 30 persen atau setara 30.000 orang.

"Hanya mereka yang ber-KTP DKI Jakarta," kata Wahyudi Bambang dari Bagian Humas Taman Marga Satwa Ragunan.

Sementara untuk kawasan wisata Ancol, jumlah pengunjung berkurang dibanding sehari sebelumnya.

Rika Lestari, Corporate Communication Ancol, menjelaskan, sampai Jumat siang, 28.000 orang berwisata di Ancol angka itu belum melebihi kapasitas hasil pembatasan 30 persen.

Baca juga: Pengunjung Membeludak, Taman Impian Jaya Ancol Kembali Dibuka Secara Terbatas

Seiring pembatasan itu, jumlah pengunjung yang boleh masuk kawasan Ancol 40.000 orang.

Pembatasan 30 persen itu sudah sesuai dengan Surat Edaran Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Nomor 81 Tahun 2021 dan Seruan Gubernur Nomor 5 Tahun 2021.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

Nasional
Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Nasional
Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Nasional
Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Nasional
Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Nasional
Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Nasional
Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Nasional
KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Nasional
Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Nasional
Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Nasional
Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Nasional
Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X