Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

Kompas.com - 16/01/2021, 09:39 WIB
Irfan Kamil,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dipilih Presiden Joko Widodo menjadi calon tunggal kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Aziz yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Februari 2021.

Kepala Badan Reserse Kriminal itu diajukan Presiden Joko Widodo kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui surat presiden yang telah diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Rabu (13/1/2021).

"Bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat kapolri yang akan datang dengan nama tunggal, yaitu Bapak Drs Lityo Sigit Prabowo," kata Ketua DPR Puan Maharani.

Tantangan

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai, salah satu tantangan Komjen Listyo jika menjadi kapolri nantinya adalah menyatukan internal Polri.

“Bukan sekadar menyatukan kelompok yang ada saja, tetapi menyatukan dalam satu visi membangun pondasi untuk masa depan Polri,” ucap Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

“Apakah Polri hanya akan jadi penjaga kepentingan rezim atau kepentingan negara,” sambung dia.

Bambang berpandangan, pemilihan Listyo oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal kapolri menimbulkan kegusaran di internal Korps Bhayangkara.

Hal itu karena Listyo, yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991, bakal “melompati” beberapa angkatan seniornya.

Baca juga: Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Dilihat dari rekam jejak Listyo, Bambang menilai tidak ada yang terlalu istimewa. Namun, kata dia, Listyo memiliki kedekatan dengan Jokowi.

Kedekatan itu dimulai ketika Listyo menjadi Kapolres Solo pada 2011. Pada saat yang sama, Jokowi menjabat Wali Kota Solo.

Menurut Bambang, hal itu menjadi hambatan psikologis bagi anggota lainnya untuk bertindak profesional.

“Spirit membangun karier dengan prestasi akan downgrade, digantikan semangat untuk berlomba-lomba merapat ke politisi,” tutur dia.

Baca juga: Sempat Jadi Kandidat, Wakapolri Gatot Dukung Listyo Sigit sebagai Calon Kapolri

Untuk itu, ia pun berharap Listyo dapat melakukan terobosan berupa perubahan kebijakan di internal Polri nantinya bila terpilih.

Dalam pelaksanaannya, Bambang berpandangan, idealisme Listyo pun akan diuji.

“Tantangannya adalah tarikan-tarikan yang kuat dari berbagai kepentingan dan faksi-faksi di internal. Dan di sini integritas dan idealisme Pak Listyo akan diuji, mampu tidak menahan godaan-godaan itu,” kata Bambang.

Diminta pastikan tak ada faksi

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, calon tunggal kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo harus mampu membuktikan dirinya layak menjadi kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

"Pak Listyo Sigit mesti membuktikan beliau bukan hanya dekat dengan Pak Presiden Jokowi, tapi juga berkapasitas dan berkinerja tinggi," kata Mardani saat dihubungi, Jumat (15/1/2021).

Mardani mengatakan, Listyo harus berani melakukan reformasi terhadap sistem anggaran dan sistem penilaian kinerja di Kepolisian.

Tak hanya itu, Listyo harus memastikan tidak ada faksi di jajaran Kepolisian.

"Tidak boleh lagi ada faksi dan patron-klien di Kepolisian," ujarnya.

Baca juga: Respons Positif KPK untuk Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit

Lebih lanjut, Mardani mengatakan, sebagai calon kapolri, Listyo harus mampu membangun budaya polisi yang ramah dan melayani, budaya antipungli dan memerangi korupsi.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Komnas HAM Minta Polda Jabar Lindungi Hak Keluarga Vina Cirebon

Komnas HAM Minta Polda Jabar Lindungi Hak Keluarga Vina Cirebon

Nasional
Komunikasi Intens dengan Nasdem, Sudirman Said Nyatakan Siap Jadi Cagub DKI

Komunikasi Intens dengan Nasdem, Sudirman Said Nyatakan Siap Jadi Cagub DKI

Nasional
Megawati Minta Api Abadi Mrapen Ditaruh di Sekolah Partai, Sekjen PDI-P Ungkap Alasannya

Megawati Minta Api Abadi Mrapen Ditaruh di Sekolah Partai, Sekjen PDI-P Ungkap Alasannya

Nasional
Pembayaran Dana Kompensasi 2023 Tuntas, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah

Pembayaran Dana Kompensasi 2023 Tuntas, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah

Nasional
Hari Ke-12 Penerbangan Haji Indonesia, 72.481 Jemaah Tiba di Arab Saudi, 8 Wafat

Hari Ke-12 Penerbangan Haji Indonesia, 72.481 Jemaah Tiba di Arab Saudi, 8 Wafat

Nasional
Sahroni Ungkap Anak SYL Indira Chunda Tak Pernah Aktif di DPR

Sahroni Ungkap Anak SYL Indira Chunda Tak Pernah Aktif di DPR

Nasional
Kemenag Imbau Jemaah Haji Indonesia Pakai Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram

Kemenag Imbau Jemaah Haji Indonesia Pakai Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram

Nasional
Mahasiswa Kritik Kenaikan UKT: Persempit Kesempatan Rakyat Bersekolah hingga Perguruan Tinggi

Mahasiswa Kritik Kenaikan UKT: Persempit Kesempatan Rakyat Bersekolah hingga Perguruan Tinggi

Nasional
Tak Ada Jalan Pintas, Hasto: Politik Harus Belajar dari Olahraga

Tak Ada Jalan Pintas, Hasto: Politik Harus Belajar dari Olahraga

Nasional
Megawati hingga Puan Bakal Pidato Politik di Hari Pertama Rakernas PDI-P

Megawati hingga Puan Bakal Pidato Politik di Hari Pertama Rakernas PDI-P

Nasional
Kunjungi Lokasi Bencana Banjir Bandang di Agam, Zulhas Temui Pengungsi dan Berikan Sejumlah Bantuan

Kunjungi Lokasi Bencana Banjir Bandang di Agam, Zulhas Temui Pengungsi dan Berikan Sejumlah Bantuan

Nasional
Diterima Hasto, Pawai Obor Api Abadi dari Mrapen sampai di Jakarta Jelang Rakernas PDI-P

Diterima Hasto, Pawai Obor Api Abadi dari Mrapen sampai di Jakarta Jelang Rakernas PDI-P

Nasional
Sahroni Pastikan Hadiri Sidang SYL untuk Diperiksa Sebagai Saksi

Sahroni Pastikan Hadiri Sidang SYL untuk Diperiksa Sebagai Saksi

Nasional
LPSK Sebut Masih Telaah Permohonan Perlindungan Saksi Fakta Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

LPSK Sebut Masih Telaah Permohonan Perlindungan Saksi Fakta Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Nasional
Ketua BKSAP Perkuat Komitmen Parlemen Anti-Korupsi dan Dorong Demokrasi Lingkungan di Asia Tenggara

Ketua BKSAP Perkuat Komitmen Parlemen Anti-Korupsi dan Dorong Demokrasi Lingkungan di Asia Tenggara

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com