Kompas.com - 01/12/2020, 22:39 WIB
Kepala Seketariat Kepresidenan (KSP) Jendral TNI (purn) DR H Moeldoko, secepatnya Pemerintah akan mengevakuasi 243 WNI yang terisolir di Wuhan, Propinsi Hubei, China, di Desa Baruzo, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Jumat (31/1/2020). HENDRIK YANTO HALAWAKepala Seketariat Kepresidenan (KSP) Jendral TNI (purn) DR H Moeldoko, secepatnya Pemerintah akan mengevakuasi 243 WNI yang terisolir di Wuhan, Propinsi Hubei, China, di Desa Baruzo, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Jumat (31/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, ada lima kerangka baru yang akan diterapkan pemerintah dalam rangka Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang kedua.

Menurutnya, kelima kerangka itu akan diterapkan dalam upaya menuju percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

"Yang pertama, tranformasi ekonomi berbasis kepada wilayah adat," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Selasa (1/12/2020).

Dia menegaskan, hal itu sangat penting karena pemerintah sangat menghormati kearifan lokal.

Kedua, kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. Selanjutnya, mewujudkan SDM unggul, inovatif, berkarakter dan kontekstual untuk Papua.

Baca juga: Ratusan Akun Palsu Berbahasa Asing Muncul Mendukung Otsus Papua

Berikutnya, infrastruktur dasar dan persoalan ekonomi.

"Yang kelima adalah tata kelola pemerintahan dan keamanan yang menghormati hak," ungkap Moeldoko.

Moeldoko menuturkan, saat ini sudah ada Keppres Nomor 20/2020 tertanggal 20 September 2020 sebagai dasar otsus kedua tersebut.

Keberadaan Keppres itu bertujuan menguatkan paradigma baru dalam mengelola percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

"Selain itu untuk meningkatkan sinergi antara lembaga/kementerian dengan pemerintah daerah sehingga percepatan pembangunan bisa terwujud," tambah Moeldoko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X