Erick Thohir: Kita Tidak Anti-impor, tapi kalau Bisa Ditekan

Kompas.com - 19/11/2020, 15:35 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, untuk mengembangkan industri pangan nasional, Kementerian BUMN berencana membentuk klaster BUMN pangan.

Menurut dia, pembentukan klaster ini juga meliputi untuk pemenuhan pasar domestik, substitusi impor ataupun peningkatan ekspor.

Pembentukan klaster ini, kata dia, juga menegaskan bahwa Indonesia tidak anti-impor. Namun, dalam hal impor, diakuinya ada langkah penekanan yang diambil BUMN.

"Kita tidak anti-impor, tapi ya kalau bisa kita tekanlah. Kan Covid-19 ini mengajarkan negara-negara yang sustainable itu adalah negara-negara yang punya market besar dan sumber daya alam," kata Erick dalam acara virtual Jakarta Food Security Summit ke-5 tentang Strategi Ekspor Indonesia Saat dan Pasca Pandemi, Kamis (19/11/2020).

Kendati demikian, ia mengakui adanya kekurangan yang dimiliki Indonesia, terutama terkait logistik dan teknologi.

Baca juga: Program Mina Padi Unsika, Bantu Tambah Bahan Pangan Petani Saat Pandemi

Oleh sebab itu, Erick mengatakan, berulang kali Presiden Joko Widodo menekankan soal investasi pemerintah yang harus tetap berjalan.

Di sisi lain, ia berharap pembentukan klaster BUMN pangan juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.

Untuk mewujudkannya, Erick mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengecilkan klaster dari 27 menjadi 12 klaster. Salah satunya adalah value chain klaster pangan.

"Dari 141 perusahaan menjadi 41. Salah satunya yaitu value chain klaster pangan ini. Tadinya banyak perusahaan, tapi dikonsolidasi menjadi satu perusahaan, tetapi fokus kepada core bisnisnya," jelas dia.

Adapun komoditas yang dikelola dalam value chain klaster pangan ini di antaranya beras, jagung, gula, ayam, kambing, ikan, cabai, bawang merah, dan garam. Sembilan komoditas tersebut dikelola oleh BUMN Pangan.

Baca juga: Menteri PUPR Ungkap Alasan Jokowi Banyak Bangun Bendungan

Selain itu, kata Erick, pembentukan BUMN klaster pangan juga dalam rangka mendukung Indonesia Emas 2045.

Ada tiga unsur yang menjadi pilar utama menuju Indonesia Emas 2045, yaitu ketahanan pangan, kesehatan, dan energi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka 'Hotline' Pengaduan

Cegah Intoleransi, Mendikbud Akan Keluarkan SE dan Buka "Hotline" Pengaduan

Nasional
Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Kemenhan Buka Pendaftaran Komponen Cadangan setelah Terbit Peraturan Menteri

Nasional
Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Kemenkes Berharap WNI di Luar Negeri Mendapat Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Setempat

Nasional
Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Pemerintah Akan Tindak Tegas Praktik Intoleransi di Sekolah

Nasional
Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Jumlah Vaksin Terbatas, Pemerintah Tak Prioritaskan Penyintas Covid-19 dalam Vaksinasi

Nasional
Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nadiem: Sekolah Tak Boleh Wajibkan Siswa Berseragam Model Pakaian Agama Tertentu

Nasional
Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Rizieq Shihab Dilaporkan soal Lahan Pesantren di Megamendung, FPI: Kami Punya Bukti

Nasional
UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

UPDATE: Sebaran 11.788 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 3.512 Kasus

Nasional
UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Januari: Ada 80.114 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

UPDATE 24 Januari: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 162.617

Nasional
UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

UPDATE: Bertambah 48.002, Total 8.754.507 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

UPDATE 24 Januari: Bertambah 171, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 27.835

Nasional
UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

UPDATE 24 Januari: Bertambah 7.751, Pasien Sembuh dari Covid-19 Kini 798.810

Nasional
UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

UPDATE: Bertambah 11.788, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 989.262

Nasional
Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Kematian Anggota FPI Dilaporkan ke Komite Antipenyiksaan Internasional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X